Bodoh itu adalah,
Bikin 30.000 dapur buat makan siang tak bergizi bisa.
Benerin sekolah-sekolah rusak nggak bisa.
Bikin 30.000 lebih koperasi desa yang nggak jelas mau jualan apa bisa.
Benerin kelas-kelas rusak nggak bisa.
Dan lebih bodoh lagi,
Saat jutaan keluarga di Indonesia pusing bayar UKT, SPP, Uang IPI, eeeh, mereka sibuk bikin kampus-kampus baru, seolah itu solusi kualitas pendidikan.

Begitulah. Kita terus saja stuck dengan kebodohan ini. Dilempari kaos-kaos jelek, jejeritan deh. Rebutan mengerubung setiap politisi datang bagi-bagi amplop, sembako, bansos, dkk.
(Tere Liye)






