๐ฎ๐ทIran mengirim 4 lulusan PhD ke meja perundingan di Islamabad.
๐บ๐ธAS mengirim seorang pengembang properti, menantu presiden, pengacara, dan jenderal.
Delegasi Iran dalam Perundingan Islamabad dipimpin empat orang bergelar doktor:
- Dr. Qalibaf (Ketua Parlemen)
- Dr. Araghchi (Menteri Luar Negeri)
- Dr. Ahmadian (Sekretaris Dewan Pertahanan)
- Dr. Hemmati (Gubernur Bank Sentral)
Delegasi Iran, yang dipimpin oleh Ketua Parlemen, tiba di Islamabad, untuk bernegosiasi dengan pihak Amerika. Delegasi ini terdiri dari komite keamanan, politik, militer, ekonomi, dan hukum.
Jika pihak lain menerima syarat-syarat awal Iran untuk memulai negosiasi, pembicaraan ini akan dimulai.
Menteri Luar Negeri, Sekretaris Dewan Pertahanan, Gubernur Bank Sentral, serta beberapa anggota Parlemen, mendampingi Qalibaf dalam perjalanan ini.
Vance, bersama dengan Witkoff dan Kushner, juga hadir di Islamabad, Pakistan.
Iran telah menerima gencatan senjata selama 2 minggu tetapi menekankan bahwa jika kesepakatan tersebut tidak memuaskan bagi Iran dan Poros Perlawanan, kepentingan AS & Israel akan diserang kembali.
Menurut laporan yang belum dikonfirmasi:
- AS telah mengizinkan pembebasan dana Iran beku senilai $6 miliar dolar
- Gencatan senjata akan diterapkan di Lebanon
Ini tampaknya merupakan syarat-syarat awal bagi Iran untuk memulai pembicaraan besok.







saya gak bisa bayangkan gibran ditengah tengah mereka dlm perundingan. gimana ya kira kira. kalo anis saya masih bisa bayangkan.
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
jangan suka bayangkan gibran
nanti otak kita semakin defisit
gibran ditengah-tengah perundingan?
plonga-plongo aja diamah, cengar-cengir sok ngerti.
kan tolol kek si af
ada nepotisme menantu presiden trump yaitu suaminya ivanka trump bernama Jared Kushner seorang pengusaha properti dan real estate yang bangun Trump Tower ๐จ hotel itu yahudi Amerika ๐ฝ Serikat zionis freemason.
kyk pejabat Konoha
byk diangkat dr kroni presiden
jelaslah kubu AS gak jelas arahnya,,. pejabat penting nya pada mlipir gak mau ikut campur,.bagi mereka jelas itu perang Trump,.. bukan perang AS..