Apakah kalian memperhatikan perbedaan baju yang dipakai Panglima Pakistan saat menyambut delegasi AS vs Iran?

BEDA BAJU, BEDA PESAN POLITIK

Apakah kalian memperhatikan perbedaan baju yang dipakai Panglima Pakistan Asim Munir saat menyambut delegasi AS vs Iran?

  • Dengan Iran🇮🇷, Pak Asim pakai seragam militer.
  • Dengan AS🇺🇸, Pak Asim pakai setelan jas formal.

Dalam protokol militer dan diplomatik, pemilihan antara setelan jas dan seragam militer jarang sekali terjadi secara kebetulan. Berikut adalah beberapa interpretasi mengenai pesan di balik perbedaan tersebut (interpretasi dirangkum dari berbagai sumber):

Saat bertemu AS, Pakistan ingin menonjolkan Sisi “Profesional.” Sang Jenderal ingin terlihat seperti seorang pejabat tinggi yang setara dengan diplomat dunia, seolah mengatakan “Kami adalah mitra yang profesional dan modern.” Karena Amerika sering mengkritik dominasi militer di Pakistan, memakai jas bisa membantu memberi kesan bahwa militer Pakistan juga bisa bersikap seperti warga sipil yang sopan dan taat aturan internasional.

Saat Bertemu Iran, pesannya jauh lebih tegas dan langsung. Pakistan seakan mengatakan “Saya berbicara sebagai pemegang komando senjata.” Hubungan Pakistan dan Iran banyak berurusan dengan masalah keamanan perbatasan dan terorisme. Dengan seragam, ia menunjukkan bahwa ia siap bekerja sama secara militer. Karena posisi Iran saat ini adalah pihak yang diserang lebih dahulu, sebagai pihak yang membela diri dan mempertahankan diri, maka seragam adalah pilihan yang lebih “nyambung” untuk menunjukkan persaudaraan sesama tentara. Atau bisa juga diinterpretasikan sebagai pesan kepada AS, “Ente jangan macem-macem ye, gue dah pake tentara ni buat nemenin Iran.”

Dengan cara ini Pakistan, sebagai mediator, secara tersirat menyatakan dengan percaya diri, “Saya tahu posisi saya dan saya tahu cara menghadapi kalian masing-masing.” Ini adalah cara menjaga semua pihak tetap merasa dekat, tanpa membuat siapa pun merasa dikhianati.

Penggunaan outfit yang berbeda dalam penyambutan ini juga menunjukkan apa yang dikenal sebagai “strategic ambiguity.” Sebab, jika perundingan gagal dan ternyata konflik malah membesar, Pakistan mungkin akan berada pada posisi sulit. Pertama, Pakistan punya hubungan ekonomi dan militer yang panjang dengan AS, sedangkan Irana adalah tetangga langsung. Jadi kalau perang malah bereskalasi, Pakistan harus mikir, gimana cara biar ga kegencet oleh kepentingan teman di kabupaten sebelah (AS), ataukah tetangga di sebelah rumah (Iran)? Akan gawat jika terjadi gesekan dengan tetangga sebelah, apalagi di Pakistan sendiri ada banyak sekali warganya yang pro-Iran. Kalau ketahuan ndukung AS terang-terangan, stabilitas politik dalam negeri jadi taruhan. Jadi Pakistan mesti hati-hati.

Jika perundingan gagal, Pakistan akan condong ke mana? Boleh jadi akan ke AS, namun dengan cara diam-diam, dan di permukaaan akan tetap ngomong netral. Namun menentukan ke arah mana kecondongan juga bukan perkara mudah. Soalnya ada China, yang jelas mendukung Iran, yang tetap mengawasi. Dan China juga tetangga sebelahnya Pakistan. Dari segi keamanan dan ekonomi, Pakistan juga sangat dipengaruhi dan tergantung pada China (semisal proyek-proyek besar seperti Karkhoram Highway, CPEC dan sebagainya). Kalau terlalu condong ke AS, China akan kesal dan menekan; terlalu condong ke China, AS juga akan menekan. China kemungkinan besar tidak akan melepaskan Pakistan jatuh di bawah pengaruh AS yang merupakan rival China saat ini dalam pesaingan hegemoni global.

Seru juga.

Triwibowo Budi Santoso

(sc. Reuters, Times of India, The Guardian, AP News)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. Saatnya bagi Wowo untuk tunjukin kejantanannya. Jangan cuma cocot sama badan doang yg kembung. Ayo, Wo, rebut kedaulatan dan kendali Selat Melaka dari tangan singkek Singapore. Pengelolaan Selat Melaka harus menguntungkan Indonesia. Iran aja berani ambil kendali Selat Hormuz. Makanya duit MBG alihkan buat bikin program senjata nuklir.

    1. gak penting buat apa wowo ngurusin iran, udh dibilang berkali2 minyak kita ga lewat hormu ngerti bahasa manusia gaksih? makanya negara kita stabil bersyukurlah

  2. yg lain sibuk berstrategi > lha pejabat KONOHA SIBUK NGAPAIN?????
    Mikir Lin gimana cara mereset rakyat & Korupsi SELANJUTNYA..
    Begitu kan para pejabat BUANGSAT?????
    isi otak KALIAN SEMUA