
Prof. Sulfikar Amir, Ph.D. adalah seorang akademisi, peneliti, dan pakar sosiologi asal Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Associate Professor di bidang Sains, Teknologi, dan Masyarakat (STS) di Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Selain aktif di dunia akademik internasional, ia juga dikenal luas sebagai pengamat politik, kebijakan publik, dan isu-isu sosial-teknologi di Indonesia.
Melalui akun media sosial X dengan nama akun Joel Picard @sociotalker, Prof. Sulfikar Amir mengkritik berbagai kebijakan Presiden Prabowo.
“mbg, kopdes, sekolah rakyat dll yg jadi andalan wowo itu sebenarnya bentuk sosialisme kanibal. proyek yg diluncurin dg semangat populis tapi memakan dan mengorbankan anggaran/program/lembaga yg sudah ada. ujungnya bukan perbaikan, tapi perusakan sistem.”
“kemarin prabowo banggain program populis dia yg dia bilang mengambil sisi baik dari sosialisme. faktanya sisi buruk sosialisme yg dia terapkan. hasilnya: pasar skeptis, investor kabur, rupiah anjlok, ekonomi gak kemana2. yg tumbuh cuma yg dapat jatah apbn dr pajak rakyat.”

woiii…Aris Wijayantolol ODGJ alias si af alias si Anonim BabRun TerMul dan TerWo‼️
Lu bukan pakar, bukan profesor, bukan doktor, bukan master, bukan sarjana. Lu cuma lulusan SD jangan komen mau ngajari kami ttg bela negara, ttg amar makruf nahi munkar kepada kami atas negeri ini‼️ Lu sebagai ANJING PENJILAT, jikati aja terus junjungan yg juga sesembahan lu itu. Yg ke tingkat Lu bisa makan hari ini, besok jilat lagi
pki teriak pki ☭. Prabowo menggabungkan hal terburuk dari ideologi kapitalisme dan sosialisme yang termasuk proyek korupsi makan beracun gratis (potong apbn) diktator hanya untuk dikorupsi tak ada manfaatnya bagi perekonomian rakyat, hanya segelintir yang diuntungkan yang dekat dengan mereka.