YAMAN MEMBALAS SETIMPAL SERANGAN SAUDI: SERANGAN IBU KOTA (SANA’A) DIBALAS DENGAN SERANGAN IBU KOTA (RIYADH)

Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat melalui Platform Peringatan Dini Nasional kepada penduduk di ibu kota Riyadh dan wilayah Al-Kharj yang bersebelahan, guna memperingatkan adanya “ancaman udara musuh” (hostile aerial threat).

Peringatan tersebut disiarkan menggunakan protokol jaringan seluler langsung ke perangkat telepon seluler di wilayah-wilayah yang terdampak.

Otoritas Pertahanan Sipil menginstruksikan warga untuk tetap tenang, berada di dalam ruangan, dan menempatkan diri di ruangan bagian dalam yang jauh dari jendela, balkon, atau permukaan kaca.

Laporan dari berbagai media lokal dan rekaman video warga memperlihatkan aktivasi sirine serta kilatan cahaya di langit subuh (Sabtu, 19 September 2026) yang terindikasi sebagai cegatan sistem pertahanan udara rudal SM-6 terhadap target udara yang masuk. Pihak berwenang mengimbau seluruh warga di kawasan terdampak untuk segera mencari perlindungan, menjauh dari area terbuka, jendela, balkon, dan atap gedung demi keselamatan bersama.

Serangan terhadap Ibu Kota Riyadh Arab Saudi ini sebagai balasan/respons terhadap serangan terhadap menggempur Ibu Kota Yaman Sana’a yang dilakukan angkatan udara Saudi pada Kamis malam 17 September 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Mekkah oleh GENERASI SALAF selama1000 tahun dikuasakan pada keturunan Fatimah binti Rasulullah sebagai daerah otonom…..yg ngaku SALAFY mana suaranya ?????

    “Wahai manusia! Sesungguhnya aku meninggalkan bagi kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh kepadanya, kalian tidak akan tersesat selamanya: Kitab Allah (Al-Qur’an) dan ‘Itrahku (Ahlulbaitku). Dan sesungguhnya keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya mendatangi aku di telaga (Al-Haudh).”

    Syaikh al-Albani menegaskan hadis ini statusnya Shahih. Beliau mengumpulkan berbagai jalur periwayatan dari para sahabat (seperti Zaid bin Arqam, Jabir bin Abdillah, dan Abu Said al-Khudri) hingga kesimpulannya mencapai derajat shahih yang kuat