
Israel semakin khawatir dengan apa yang mereka anggap sebagai kelemahan Arab Saudi dalam menghadapi kelompok Houthi, dan berharap Saudi mengambil tindakan lebih tegas terhadap kelompok tersebut. Seorang pejabat senior keamanan Israel menyatakan bahwa Israel tidak akan melakukan intervensi secara langsung, namun akan membantu Arab Saudi semaksimal mungkin. – Channel 12 Israel
Israel dilaporkan telah memberikan bantuan intelijen kepada Arab Saudi melalui pembicaraan rahasia yang dimediasi oleh Komando Pusat Amerika Serikat (US CENTCOM). Langkah ini diambil menyusul eskalasi serangan militer dari kelompok Houthi yang didukung Iran di sepanjang Laut Merah dan wilayah perbatasan Saudi.
1. Kerja Sama Intelijen Rahasia
- Fokus Bantuan: Berdasarkan laporan dari The Jerusalem Post, kerja sama ini berpusat pada pemberian data intelijen untuk memetakan penempatan militer Houthi, infrastruktur persenjataan, serta potensi operasi mereka di masa mendatang.
- Mediasi AS: Koordinasi dilakukan secara tidak langsung melalui CENTCOM setelah adanya pertemuan antara Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Jeddah.
- Batas Intervensi: Israel menegaskan tidak akan melakukan intervensi militer secara langsung demi menjaga sensitivitas politik domestik dan regional Arab Saudi.
2. Ancaman Houthi yang Meningkat terhadap Arab Saudi
- Blokade Ekonomi: Kelompok Houthi telah merebut beberapa pulau strategis di Laut Merah dan menerapkan blokade sepihak terhadap kapal-kapal Saudi yang melintasi Selat Bab al-Mandab.
- Serangan Infrastruktur: Houthi meluncurkan serangan pesawat tanpa awak (drone) yang menargetkan jaringan pipa dan fasilitas pompa minyak utama Saudi, yang sempat memicu penghentian sebagian operasional pipa minyak.
- UPDATE TERKINI: Ansar Allah telah melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terbesar terhadap Arab Saudi sejak dimulainya perang di Yaman, dengan menargetkan wilayah yang sangat luas jauh di dalam wilayah Saudi secara serentak. Badan Pertahanan Sipil Saudi mengeluarkan peringatan untuk beberapa kota dan wilayah—termasuk Jeddah, Abha, Al-Ula, Jazan, Yanbu, Khamis Mushait, dan Taif—di mana Kepulauan Farasan turut dimasukkan dalam daftar peringatan untuk pertama kalinya.








Faytuks Network dengan Iran bersifat informatif, yaitu sebagai pelapor atau penyebar berita kilat (breaking news) mengenai eskalasi militer, serangan, dan dinamika konflik antara Iran, Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara Teluk:
Pelaporan Konflik & Serangan Militer: Faytuks Network sering menjadi salah satu pihak pertama yang mencuitkan laporan atau konfirmasi dari pejabat/sumber resmi mengenai serangan udara, ledakan, atau dinamika militer yang melibatkan aset dan infrastruktur Iran (seperti di Bandar Abbas, Qeshm Island, atau kawasan Teluk).
Awas hati2 :
https://www.arrahmah.id/inilah-15-ciri-pengikut-syiah-di-indonesia
Israel dan Saudi akrab bener .. penjaga dua tanah suci..wkwkwk……