🇺🇸🇮🇷Presiden AS Donald Trump semakin frustrasi dan skeptis tentang prospek perdamaian abadi karena perang di Iran memasuki bulan kelima tanpa tanda-tanda akan berakhir, menurut para pejabat pemerintahan dan orang-orang yang dekat dengan presiden.
Menurut laporan Wall Street Journal yang diterbitkan Kamis (23/7/2026), beberapa penasihat khawatir konflik yang berkepanjangan ini membebani kepresidenan Trump dengan memicu kenaikan harga, mengikis peringkat persetujuannya, dan merugikan prospek Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu November mendatang.
Seorang pejabat senior pemerintahan mengatakan Trump percaya bahwa satu-satunya hal yang dipahami Iran adalah kekuatan militer dan berada dalam “mode balas dendam” terhadap Teheran, sehingga ia hanya memiliki sedikit pilihan selain melanjutkan serangan.
AS mengerahkan lebih banyak pasukan dan senjata ke Timur Tengah karena Trump mempertimbangkan eskalasi militer meskipun ada kekhawatiran tentang biaya dan dukungan publik.
Perang ini juga telah memperburuk hubungan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan Trump enggan untuk berbicara atau bertemu dengannya, menurut seorang pejabat senior pemerintahan.
Perang tersebut juga berdampak pribadi pada Trump dan para penasihat seniornya, beberapa di antaranya telah diperingatkan oleh badan intelijen tentang ancaman pembunuhan dari Iran dan disarankan untuk menghindari penggunaan jasa transportasi, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
Saat menghadiri KTT NATO di Turki, Trump diberi pengarahan tentang intelijen Israel mengenai dugaan rencana Iran untuk membunuhnya. Meskipun para pejabat AS mempertanyakan kredibilitasnya, pengarahan tersebut dikatakan telah mendorongnya untuk kembali menggunakan Air Force One yang lebih tua daripada jet hadiah dari Qatar.
Trump dilaporkan sangat marah setelah New York Times mengungkapkan alasan pergantian tersebut, menyebut kebocoran itu sebagai risiko keamanan, sementara pemerintahannya berupaya mengidentifikasi sumbernya.
Trump juga mendorong penurunan harga bensin menjelang pemilihan paruh waktu dan kurang khawatir dibandingkan para penasihatnya tentang dampak politik perang tersebut, kata orang-orang yang mengetahui diskusi tersebut.
Harga minyak mentah dunia melonjak hingga menembus angka $100 per barel akibat eskalasi militer dan saling serang antara Amerika Serikat dan Iran yang terus meluas.
Konflik bersenjata yang intensif di wilayah Timur Tengah ini memicu kekhawatiran besar terhadap pasokan energi global akibat terancamnya rute pengiriman laut yang vital.
Sumber: Anadolu







harga minyak dah 3 digit.. kira² tahan brapa lama APBN subsidi minyak Indonesi..!!??
jawabanya kaya judul pilem warkop “mana tahan”
bule maniac perang haus darah muslim di jazirah arab smg oleh bangsa Persia kena batunya