Trump: Kita Akan Segera Tarik Pasukan Dari Iran dalam 2-3 Minggu Ini, Walau Tak Ada Kesepakatan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pasukan AS akan segera ditarik dari operasi militer di Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu mendatang. Pernyataan ini disampaikan Trump secara langsung di Oval Office saat menandatangani executive order, meskipun belum ada kesepakatan formal dengan pihak Iran.

“Kita akan segera pergi… Kami akan meninggalkan sangat segera,” ujar Trump kepada para wartawan. “Saya perkirakan dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu. Kita akan pergi karena tidak ada alasan lagi bagi kita untuk melanjutkan ini.”

Menurut Trump, tujuan utama operasi militer AS sudah tercapai, yaitu menghancurkan kemampuan Iran untuk mengembangkan senjata nuklir dalam waktu lama. “Ketika kita merasa mereka sudah dikembalikan ke Zaman Batu dan tidak bisa lagi membuat senjata nuklir untuk periode yang lama, maka kita akan pergi,” katanya. Ia menambahkan bahwa Iran tidak perlu membuat kesepakatan apa pun sebagai syarat untuk mengakhiri konflik.

Pernyataan ini muncul di tengah konflik yang telah berlangsung sekitar satu bulan sejak akhir Februari 2026, melibatkan serangan bersama AS dan Israel terhadap target-target militer Iran, termasuk infrastruktur rudal dan angkatan laut. Trump mengklaim bahwa “bagian sulit” sudah dilakukan, dan kini AS tidak ingin lagi menjadi “polisi dunia” yang menanggung beban sendirian.

Salah satu poin penting yang disoroti Trump adalah penolakannya untuk terlibat dalam membuka kembali Selat Hormuz yang kini ditutup oleh Iran, sehingga mengganggu pasokan minyak global hingga 20 persen. “Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka harus fend for themselves. Mereka bisa pergi ke Selat Hormuz dan mengambilnya sendiri,” tegas Trump.

Ia menekankan bahwa negara-negara Eropa dan lainnya yang bergantung pada minyak Timur Tengah harus bertanggung jawab sendiri, sesuai dengan prinsip “America First”.

Pernyataan ini langsung berdampak pada pasar global. Harga minyak sempat melonjak tajam akibat penutupan selat tersebut, yang menyebabkan harga bensin di AS mencapai rata-rata 4 dolar per galon. Trump meyakini bahwa penarikan pasukan AS akan membuat harga minyak “tumbling down” atau anjlok drastis.

Sementara itu, Gedung Putih mengumumkan bahwa Trump akan memberikan pidato nasional penting malam ini (1 April 2026 waktu AS) untuk memberikan update lebih lanjut mengenai situasi Iran. Juru bicara Karoline Leavitt menyebut pidato tersebut sebagai kesempatan untuk menjelaskan visi akhir operasi.

Di sisi lain, Israel dilaporkan masih melanjutkan serangan terhadap target-target di Iran dan Lebanon, termasuk Hezbollah. Meski AS berencana menarik pasukan langsungnya, dukungan intelijen dan militer ke Israel kemungkinan besar tetap berlanjut, mengingat hubungan erat kedua negara selama ini.

Reaksi internasional beragam. Beberapa sekutu Eropa menyatakan kekhawatiran atas penarikan mendadak AS yang bisa memicu ketidakstabilan lebih lanjut di kawasan. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menantang AS untuk mengirim pasukan darat jika memang berani membuka Selat Hormuz.

Konflik AS-Iran ini telah menimbulkan dampak luas, termasuk kenaikan harga energi global dan kekhawatiran resesi ekonomi. Namun, Trump bersikeras bahwa penarikan ini adalah langkah tepat untuk mengakhiri keterlibatan AS yang panjang di Timur Tengah.

“Regime baru di Iran jauh lebih mudah diajak bicara,” klaim Trump, sambil menegaskan bahwa AS telah berhasil melemahkan kemampuan militer Iran secara signifikan.

Dengan timeline dua hingga tiga minggu ini, dunia kini menanti apakah konflik benar-benar akan mereda atau justru memasuki fase baru yang lebih kompleks. Pidato malam ini diharapkan memberikan kejelasan lebih lanjut bagi pasar keuangan dan sekutu-sekutu AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Dr pidato trump ini bisa diambil kesimpulan:
    1. Mamarika sdh kalah perang
    2. Setanyaho sdh modar atau cedera berat
    3. Trump coba ngeles dg tuntutan Iran agar Mamarika ngasih ganti rugi atas kerusakan akibat perang
    4. Mamarika sdh nggak mau tanggung-jawab lg dg kemanan negara2 teluk
    5. Mamarika lepas tangan thp gejolak ekonomi dunia akibat kenaikan harga minyak
    6. Israhell mendekati bubar spt prediksi Syaikh Ahmad Yasin
    7. Iran bisa mjd negara adidaya dan merdeka dr intervensi asing setidaknya di Timteng ..