Skor PISA Siswa Indonesia Naik? Hahaha Kocak

Wartawan detik yang posting berita ini keren banget.

Kan wartawan itu ‘harus’ nulis sesuai narasi versi pemerintah saat konpers/presentasi, yang dengan bangganya bilang:

“Keberhasilan kita bukan naiknya posisi Indonesia dalam peringkat PISA, melainkan semakin naiknya kemampuan murid kita dalam bernalar, memecahkan masalah, dan belajar sepanjang hayat,” ungkap Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin dalam Peluncura Hasil PISA 2025 di Gedung E, Komplek Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Wah wah, pejabat itu kadang halunya fantastis sekali. Dan narasi itu harus diberitakan. Tapi wartawan punya ide bagus, dia memposting berita ini dengan screenshot hasil PISA. Bisa lihat gambarnya? Detail sekali loh tabel ini.

Asumsi kalian bisa baca.

Buat yang tidak bisa, baiklah saya jelaskan.

Ada 3 variabel penilaian PISA itu.

1. Sains. Skor 2022 adalah 383, skor 2025, 389, yes naik 6.

2. Reading. Skor 2022 adalah 359, skor 2025 naik jadi 365, juga naik secuil

3. Math, turun 2 poin.

Jadi, naik 2 turun 1 variabel. Kesimpulan? Selamaaat. Indonesia telah sukses menaikkan skor PISA. Itu kesimpulannya?

Hahaha. Kocak.

Kamu lihat tabelnya, dodol. Lihat yang detail. Dibandingkan tahun 2015 (hasil usaha SBY), angka ini terjun bebas.

Dan yang lebih mengenaskan, skor kita naik, tapi dari ranking tahun 2025 ini kita hancur lebur, Math kita dulu ranking 70, sekarang jadi 78. Reading dulu 71, sekarang ranking 74. Sains, dulu ranking 67, sekarang 73. Turun semuaaaa.

Artinya?

Negara lain melesat lebih cepat dibanding kita. Duh duh duh. Kita bangga dengan kenaikan skor 6 poin, lupa negara lain lompat semakin jauh.

Jika seluruh dunia di survey, saya khawatir Indonesia di urutan 130-an.

Kita itu stuck. Sejak Jokowi jadi presiden, skor PISA terus turun. Angka 2015 itu karya 10 tahun kurikulum SBY.

Tapi baiklah, untuk pejabat yang miskin prestasi, narasi pemerintah harus diakali. Selamat Indonesia, skor PISA naik. Ini pasti gara-gara televisi layar datar deh.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 komentar

  1. ya keliatan sih wong kadrun2 juga biasanya literasinya cuma dari media clickbait dan cuma dari video2 reels tiktok, makanya pemikiran cetek dan sempit