Sengenes begini warga Indon… dijadiin bahan bersyukur sama tetangga jir π
“As Malaysians people. Alhamdulillah and masya Allah bangett jadi orang malaysia. Aku liat liat indonesia makin lama makin turun ya. Semangat kalian yang tinggal di indo”
***
Memang Malaysia lebih maju daripada Indonesia, terutama dalam hal kesejahteraan ekonomi individu, kualitas infrastruktur, dan sistem pendidikan.
Berikut adalah rincian perbandingan kemajuan Malaysia dibandingkan dengan Indonesia di berbagai sektor utama:
1. Kesejahteraan & Pendapatan Masyarakat
- Pendapatan Per Kapita Tinggi: PDB per kapita Malaysia jauh mengungguli Indonesia. Rata-rata pendapatan per kapita Malaysia berada di atas US$11.000 hingga US$13.000, sedangkan Indonesia berada di kisaran US$4.900 hingga US$5.000.
- Upah Minimum (UMR) Lebih Besar: Gaji minimal pekerja di Malaysia lebih tinggi karena didorong oleh produktivitas tenaga kerja yang efisien, biaya produksi yang terukur, serta tingkat inflasi yang cenderung rendah dan stabil.
- Kualitas Hidup (Quality of Life): Berdasarkan berbagai survei ekspatriat dan global, Malaysia menempati peringkat atas di Asia dalam indeks kualitas hidup. Hal ini tercermin dari kenyamanan fasilitas publik, jaminan kesehatan, dan daya beli masyarakat.
2. Infrastruktur & Fasilitas Publik
- Transportasi Terintegrasi: Transportasi massal di Malaysia, seperti kereta cepat, MRT, LRT, dan jaringan jalan tol antarkota, sudah terintegrasi dengan sangat matang dan menjangkau hampir seluruh wilayah semenanjung.
- Pembangunan yang Lebih Merata: Berbeda dengan Indonesia yang harus membangun infrastruktur melintasi ribuan pulau, tantangan geografis Malaysia jauh lebih simpel (hanya terbagi atas Semenanjung Malaka dan Borneo Utara). Hal ini membuat penyediaan listrik, air bersih, dan internet cepat relatif lebih merata.
3. Pendidikan & Sumber Daya Manusia (SDM)
- Peringkat Universitas Global: Universitas-universitas negeri di Malaysia (seperti Universiti Malaya) secara konsisten menduduki peringkat yang jauh lebih tinggi di skala global (QS World University Rankings) dibanding universitas top di Indonesia.
- Investasi Pendidikan: Malaysia mengalokasikan anggaran pendidikan secara efisien sejak dini, menghasilkan kualitas lulusan yang memiliki daya saing tinggi dan kefasihan berbahasa Inggris yang merata dalam dunia bisnis internasional.
4. Sektor Manufaktur & Teknologi Tinggi
- Hub Teknologi dan Semikonduktor: Malaysia telah lama mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain kunci rantai pasok semikonduktor, microchip, dan pengujian elektronik dunia (terpusat di Penang). Indonesia saat ini masih berproses mengejar ketertinggalan dalam hilirisasi teknologi tinggi ini.







sayapun bersyukur bukan di yemn, org sono aja pada melarikan diri kesini dan ke eropa, memang kalo mau bersyukur harus lihat dibawah kita jgn keatas terus
si tolol nongolπππ
Di KONOHA lagi efuoria karena lagu-lagunya merajai telinga rakyat Malaysia, bahkan para pejabat nya pun bangga setengah Dewa. Padahal disemua bidang kalah telak dengan Malaysia dan hanya di bidang hiburan dan lagu saja dapat mengungguli Malaysia….Emang di KONOHA rakyat yang sulit cari pekerjaan, kempang-kempis hanya untuk sesuap nasi berbagi dengan tangis dan penderitaan di tengah himpitan ekonomi yang semakin menggila. Rupiah ambruk, pejabatnya “pesta BABI” Korupsi jadi tradisi dan hukum dijungkir-balikkan…kurang Bangsat apalagi….
Yaman berani melawan negara maju sekelas Israel, tapi si Omon2 langsung sujud saat di gertak jongosnya Israel (Amerika). Gitu Ris.
Aris SONTOLOYO….πππ
wkwkwkwk si Aris Wijayantolol ODGJ alias si af alias si Anonim BabRun Babi tetap TOLOL FOREVERβΌοΈπ·π·π·πππ€£π
Kenapa harus Yaman? Org keturunan Yaman masih bagus bisa merawat semangat pergerakan kemerdekaan Indonesia ketimbang para Londo Ireng yg tega memeras keringat rakyat sendiri.
Bung, tak usah bahas Yaman yemen saja. itu tidak sopan dan bermutu, bung. Mending pikirkan kondisi negara tempat ENGKAU hidup ini. Bagaimana mungkin para pencari suaka berlabuh di negara yang KACAU? Mending negara yang punya fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan dan penghidupan yang LAYAK lah. Knapa bisa? karena pejabat dan pemrintah saat ini memang TIDAK MAU menyejahtrakan ra’yatnya. Maunya mereka sendiri yang enak. Ra’yatnya disuruh BERSHUKUR di saat kondisi ekonomi, sosial, dan politik sedang kacau. Padahal, mengurus negara kepulauan SELUAS Indonesia tidak bisa dengan bermudah-mudahan, apalagi sumber daya alamnya dikuras sangat banyak. Orang yang mengambil SDA dan pemrintahnya bahagia, ra’yatnya mendrita. Kalau begitu, jangankan jadi negara maju, jadi negara yang penuh keberkahan pun hanya IMPIAN blaka…
ini pasti buzzer bayaran af ternak prabowo, mau dia bikin Indonesia bubar juga tetap dibela
ngaku macan asia..ga taunya …
( isi sendiri)π€
itulah Indonesia…tp jongos2 mulyono dan wowo bangga banget dgn kondisi negara saat ini…tolol kaaaan
dah jadi jongos pun dollar tetap meroket
Kalo dibandingkan antar masyarakatnya mungkin malaysia lebih baik, tapi coba bandingkan kekayaan antar pejabatnya9
Seandainya orangΒ² bodoh itu diam…
Hot take: Menurut saya sih, dikritik The Economist mah itu justru tandanya Indonesia makin diperhitungkan.
Coba pikir.
The Economist gak akan membuang halaman editorial mereka untuk negara-negara yang gak relevan. Mereka menulis panjang tentang Prabowo karena Indonesia, dengan 280 juta jiwa, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dan posisi strategisnya, sudah terlalu besar untuk diabaikan.
Apakah kritik mereka fair? Ya belum tentu. Harus cek ideologi editorialnya kalau ini sih (saya spill di page paling belakang).
Ini adalah majalah yang ideologinya sangat spesifik, pasar bebas, globalisasi, minim peran negara di ruang ekonomi. Siapapun yang bergerak di luar jalur itu akan dikritik. Trump. Xi. Modi. Macron. Putin. Sekarang Prabowo.
Yang menarik: semua pemimpin itu masih berdiri. Negara mereka masih jalan dan maju sampai sekarang. Rakyatnya juga masih beraktivitas saja seperti biasa.
Jadi boleh banget baca kritik The Economist. Tapi juga bijak memilih untuk tidak langsung percaya sebelum mengambil kesimpulan. Lebih bagus lagi, siapkan waktu untuk membaca artikel nya secara penuh. Jangan baru baca Headline lalu udah ngerasa paling tau segalanya. Kebiasaan siapa hayo baca HL doang, males baca beritanya tuntas ππ«£.
Swipe untuk lihat siapa saja pemimpin dunia yang sudah pernah βnaik kelasβ versi The Economist.
BENCI Boleh, BODOH Jangan !!
selain perang dengan senjata, ada perang yang lebih berbahaya, yaitu perang ekonomi dan perang propaganda.
karena sudah terbukti bisa menghancurkan, memiskinkan dan memperbudak suatu negara selama 30 tahun kedepan.
segala upaya swasembada dan kemandirian suatu bangsa, pasti akan mereka lawan, karena akan menghentikan impor, membuat produk mereka tidak laku dan otomatis juga membuat dolar tidak berguna dan jatuh.
serangan propaganda dimulai dengan menaikkan isuΒ² demokrasi dan isuΒ² jelek lainnya, untuk menjatuhkan pemerintahan, misalnya film pesta babi dari LSMΒ² peliharaan mereka dan juga narasiΒ² dangkal dari anakΒ² BEM yang sudah mereka peralat dan mereka brainwash dengan sloganΒ² demokrasi dan cinta lingkungan.
serangan ekonomi juga sudah dilancarkan. MSCI, the economist, dkk langsung beraksi mengkritik dan menurunkan rating bursa saham kita secara serentak, yang kemudian diikuti aksi lepas saham kroniΒ² mereka, yang kemudian membuat investor lainnya ikut lari keluar ketakutan, sehingga rupiah pun berhasil dijatuhkan.
di waktu yang sama, the Fed menaikkan suku bunga, sehingga uangΒ² pun pergi dari Indonesia secara masif untuk masuk ke bankΒ² Amerika yang bunganya tinggi.
disaat situasi seperti ini, pemerintah sudah berusaha menahan harga tetap stabil, berusaha menjaga pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia, dan juga mengintervensi kenaikan dolar dengan bakar uang yang bisa mencapai 2T/hari.
anehnya, saat negaranya diserang asing, lalu pemerintahnya berjuang keras untuk bertahan dalam menghadapi serangan-serangan ekonomi tersebut, justru ada 24+16% rakyatnya malah ikut menyerang pemerintahnya dan mendukung para penyerangnya.
pemerintah kita banyak kekurangan dan kesalahan, tapi mereka ada di pihak kita untuk memperjuangkan kemenangan ekonomi kita.
sedangkan IMF itu jelas-jelas musuh yang nyata, yang ingin menghancurkan ekonomi kita dan membuat kita terus-menerus bergantung pada produkΒ² impor dan hutang luar negeri, tapi malah didukung dan mungkin dianggap sebagai pahlawan dan dewa penyelamat yang akan menyelamatkan kamu dari “kedzoliman” pemerintahmu sendiri.
kan goblok.
BENCI Boleh GOBLOK Jangan !!
it’s OK kalau nggak suka pemerintah. It’s OK kalau nggak suka dan benci Prabowo. Silakan. Bebas saja.
tapi tolong akal sehatnya dipake. jangan garaΒ² itu malah kamu jadi pendukung asing dan jadi pengkhianat bangsa yang mudah diperalat asing.
jangan lupa dengan Irak dan Libya, yang dulu rakyatnya malah ikutΒ²an menggulingkan Saddam Hussein dan Muammar Khadafi untuk memuluskan agenda perbudakan barat, seolah NATO dan USA adalah dewa penyelamat.
sebegitu bodohnya !
baca deh bukuΒ² yang berkualitas. disitu banyak dijelaskan bahwa kemiskinan suatu bangsa itu penyebab utamanya ternyata bukan korupsi ataupun SDMnya yang rendah, tapi memang sengaja dimiskinkan melalui gerakanΒ² besar yang sistematis, dan ini sudah mereka jalankan berabad-abad. setiap suatu negara mau bangkit, mereka jatuhkan. mereka ganti rezimnya.
jadi please, cerdaslah, jangan emosional dan main perasaan. apalagi kalau kamu lakiΒ². pake akal dan rasionalitasmu. nggak suka MBG dan kopdes silahkan. tapi tetap jaga kewarasan.
Karena hanya orang tidak waras yang mau menghancurkan negaranya sendiri untuk diperbudak asing yang rakusnya nggak ketulungan.
Rasulullah SAW pernah bersabda,,,
βDengarkanlah, apakah kalian telah mendengar bahwa sepeninggalku akan ada para pemimpin? Siapa yang masuk kepada mereka, lalu membenarkan kedustaan mereka, dan menyokong kezaliman mereka, maka dia bukan golonganku, aku juga bukan golongannya. Dia juga tak akan menemuiku di telaga.β (HR. Tirmidzi, AN-Nasai, dan Al-Hakim)
Prabowo itu antek asing barat Amerika π½ Serikat dan Israel, punya kolega bisnis rothschild, dia yang jual Indonesia sama seperti soeharto, kalo jokowi ke RRC