
SAYA… SAYA… SAYA…
Bangun dan cuci muka dulu, Bos, agar pikiran anda bekerja lebih baik. Anda tidak diserang oleh siapa pun. Mereka hanya ingin membuat anda melek. Mereka ingin anda melihat bahwa program-program yang anda banggakan—yang menguras ratusan triliun uang negara/uang rakyat—tidak lain hanyalah proyek politik yang penikmat terbesarnya adalah anda sendiri dan kroni-kroni anda.
Tidak usah menggeser urusan kebijakan publik menjadi urusan pribadi. Dan, tolong diingat baik-baik, anda tidak memberi makan gratis. Anda bukan Sinterklas, juga bukan tokoh kartun dengan kantung ajaib. Anda tidak mengeluarkan serupiah pun uang pribadi anda untuk program MBG.
Ini yang benar: Anda menggunakan uang kami, yang kami bayarkan kepada negara ketika kami membeli mi instan, minyak goreng, beras, pulsa, pensil, buku tulis, gula, kopi, dan sebagainya. Bukankah ada pajak yang harus kami bayar dalam setiap pembelian itu? Kami membayar PPN dan menyerahkan sebagian penghasilan kami agar negara ini dikelola dengan pikiran yang beres, bukan dengan perasaan sentimentil seorang politisi yang merasa diri serba-benar dan bicara sembarangan.
Rengekan anda “Saya diserang orang” tidak relevan sama sekali. Anda justru harus mempertanggungjawabkan penggunaan uang kami. Anda memilih orang-orang kepercayaan untuk menjalankan program anda, dan program itu berantakan karena orang-orang kepercayaan anda korup.
Jadi, berhentilah berakting seolah-olah anda martir yang dikorbankan demi isi perut saudara-saudara kami. Rakyat membayar pajak bukan untuk membiayai sandiwara amatir dengan cerita penguras air mata.
Paham, Bos? Bicara normal saja dan tidak usah akting. Anda menggunakan trik yang amat buruk dengan mengungkit kebocoran triliunan rupiah di pelabuhan akibat under-invoicing. Itu tabiat kekanak-kanakan oleh politisi tua yang sedang panik. Logika macam apa yang anda gunakan?
Hanya karena ada maling yang belum tertangkap di pelabuhan sana, kami harus membiarkan saja maling lain menjarah rumah kami? Apakah kami harus diam melihat gejala korupsi, karut-marut tata kelola, vendor-vendor “titipan” bergentayangan di program MBG kesayangan anda, sebab di tempat lain ada banyak maling juga?
Dengan logika semacam itu, anda bermain drama: “Saya diserang…”
Astaga! Bangun, Bos. Duduklah tenang, teliti lagi angka-angkanya, dan singkirkan mentalitas korban. Kami hanya sedang menagih struk belanja dari uang yang anda ambil dari dompet kami. Kami ingin tahu berapa harga normal kipas angin, berapa harga normal sepatu, berapa harga normal pigura, berapa harga normal ompreng, berapa harga normal mobil pikap dari India.
Tidak usah teriak-teriak akan mengejar koruptor sampai ke antartika, tidak usah lebay, tidak perlu bersandiwara. Karena mereka ada di lingkungan anda sendiri.
Oya, jika anda betulan ingin mengawasi kami dari atas sana, kami sangat senang. Kapan rencananya?
(✍️AS Laksana)








memang motifnya bukan mengkritik tp dendam kesumat dan serangannya brutal apapun yg wowo lakukan salah dimata kadal, gapernah dipost kebaikan2nya, tentu sulit buat org yg buta mata hatinya utk lihat kebenaran
woi Unyil…kalo mbg pake uang pribadi ya boleh merasa diserang..ini yg dipake uang rakyat yg diambil dr bayar pajak..
oon di piara..betah bgt lu Unyil 😂
@Anonim…Woiiii ANJING PENJILAT, lu masih kurang puas menjilat makhluk pikun itu⁉️
🤣😝😅😂
woyyyy,,,,
melek woy,,,
jangan GOBLOK terusss……
elu “yg buta mata hatinya utk lihat kebenaran”,,,,
wowo sedang jadi pejabat Negara, yg sedang menggunakan Uang Negara.
ini urusan Negara,, bukan urusan pribadi,,,
kalo ga mau dikritik, jangan jadi pejabat Negara, ataupun Publik Figur…
GOBLOK lu…
L.O.L
halah lo yg goblok drunjing
oon dipiara..betah bgt lu spesies hina 🤣🤣
nah, org GOBLOK mah gitu,,,
dikasih tau “yg bener” malah balesnya cuma bisa ngata2-in,
tanpa ada argumen yg jelas dan kredibel…
L.O.L
Memang dasarnya penguasa lalim, dikritik agar ada perbaikan, malah merasa diserang…apa untungnya nyerang dia pribadi?
yg fitnah biji satu itu siapa kalo bukan kadrun? yg fitnah homo itu siapa kalo bukan kadrun? itu prbadi loh wahai kadrun
itu fufufafa, coba nyelem yg dalem. masa fufufafa dibilang kadrun?
ga pernah dia maki2 wakilnya..
takut transferan distop kali 🤣🤣
woyyy,,,,
yg fitnah biji satu => fufufafa
yg fitnah homo => fufufafa,,,,
elu malah nuduh kadrun yg melakukannya…
makanya “jangan buta mata hatinya”…
elu juga udah mem-fitnah kadrun melakukan “fitnah biji satu” dan “fitnah homo”,,,
padahal waktu fitnah2 itu meluas pertama kali,
kadrun sedang jadi pendukung capres wo2….
GOBLOK lu…
L.O.L
kalimat terakhir ” Oya, jika anda betulan ingin mengawasi kami dari atas sana, kami sangat senang. Kapan rencananya? ”
itu yg ditunggu2. ya Allah kabulkanlah..
Blis…ib..liss…lihai banget jilatan lu…ih jijay bliss..itu tae blis hahaha..
Ngaoain dendam bliss…itu lu kali bliss…hahaha..jijay lu…
siapapun yang mengkritik junjungannya disebut kadal (gurun)🤣😜🤪
A.S. Laksana itu adalah menulis fiksi dan esai dan pernah menjadi wartawan.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣😜😜😜😜😜😜🤠🤠🤠🤠🤠🤠😆😆😆😆😆😆😆😆😆
ini program klian br2.. “wowo-fufa”.. si fufa santuy aj tuh.. rakyat pusing ekonomi.. tugas presiden itu bukan wapres..🤣🤣
mo diserang pa kaga.. yg penting dah wapres.. gaji lancar.. pensiun ga usah pusing cem rakyat kismin..😅😅
bcanda guys..👈✌🏻
kalo pejabat bikin pencapaian positif gausah ngebet dapat sanjungan, biasa aja. mereka dipilih emg untuk itu. tapi kalau program ancur²an gausah baper kalau dikritik habis, kan situ sendiri yg ngebet pengen menjabat
setiap hari, adaaaa aja pernyataan atau quote dari nya yg bikin ‘males jadi orang Indonesia’
Pertiinnyi :
Apakah Boti di Rajam Malaikat atau diberi izin Staycation keluar dari Alam Kubur ??
Entah dibayar berapa itu buzzer die hard wowo sampe segitunya nge- bela habis² an, protap putar balik fakta nyerang kebebasan hak warga negara buat kritik secara playing victim dengan tuduhan dendam, buta mata hati lah, tapi dia sendiri kalau tidak bisa bantah argumen langsung keluar subtansi menyerang dengan ujaran kebencian rasis ditambah makian.