Rekaman video detik-detik jet tempur F-15 Saudi ditembak jatuh pejuang Houthi

Mengapa Yaman berhasil menembak jatuh pesawat canggih, dan mengapa terbang di atas wilayah Yaman begitu menantang, bahkan bagi jet tempur paling canggih sekalipun?

Faktor geografilah penyebabnya.

Hari ini, Ansar Allah mengumumkan keberhasilan menembak jatuh jet tempur F-15 canggih milik Arab Saudi di atas Marib, serta merilis rekaman saat pesawat tersebut dibidik dan kondisi puing-puingnya.

[Video detik-detik F-15 dibidik dan ditembak jatuh]

Peristiwa ini menambah panjang rekam jejak pertahanan udara Yaman, yang sebelumnya telah menembak jatuh sejumlah pesawat nirawak (drone) AS—terutama MQ-9—dan berulang kali berhasil mengancam jet tempur AS maupun Saudi, memaksa mereka melakukan manuver menghindar dan mundur.

Namun, bagaimana pihak Yaman mampu melakukan hal ini dengan sumber daya yang begitu terbatas?

Jawabannya bermula dari kondisi geografis.

Inti wilayah yang dikuasai Ansar Allah terletak di tengah salah satu kawasan pegunungan paling kompleks di wilayah tersebut: terdapat puncak-puncak yang ketinggiannya melebihi 3.000 meter, lembah-lembah yang dalam, dataran tinggi, serta perubahan ketinggian yang ekstrem dan mendadak dalam jarak yang sangat pendek. Medan seperti ini tidak hanya menyulitkan pasukan darat, tetapi juga menjadi masalah nyata bagi radar maupun pesawat itu sendiri.

Ambil contoh kota Sana’a.

Sana’a sendiri terletak pada ketinggian lebih dari 2.200 meter. Di sebelah baratnya menjulang Pegunungan Haraz, sementara Gunung Nabi Shu’ayb—yang terletak di dekat ibu kota—mencapai ketinggian 3.666 meter, menjadikannya puncak tertinggi di Semenanjung Arab.

Pesawat apa pun yang mencoba mencapai Sana’a dari arah Laut Merah pada dasarnya memulai penerbangan dari dataran rendah Tihama, sebelum kemudian harus menghadapi dinding dataran tinggi yang menanjak hingga ketinggian lebih dari 2.000 dan 3.000 meter untuk mencapai cekungan Sana’a. Dengan kata lain, pesawat tidak sedang mendekati target yang berada di lahan terbuka; pesawat harus menghadapi rangkaian pegunungan, puncak, dan lembah yang terus-menerus menghalangi garis pandang radar. Radar tidak dapat menembus gunung.

Setiap gunung menciptakan zona bayangan radar di belakangnya, dan setiap lembah dapat menyembunyikan radar, peluncur rudal, atau tim pengintai. Sebuah pesawat bisa saja muncul dari balik satu gugusan gunung hanya untuk kemudian menghilang di balik gunung lainnya, sementara unit pertahanan udara dapat tetap tersembunyi hingga pesawat memasuki jangkauan tembak efektif. Pertimbangkan Marib sebagai contoh kedua.

Marib terletak pada ketinggian sekitar 1.100 hingga 1.200 meter, namun medannya menanjak tajam ke arah dataran tinggi bagian barat dan Sana’a, mencapai ketinggian lebih dari 2.000 meter. Pesawat apa pun yang beroperasi di atas Marib dan mendekati jantung dataran tinggi Yaman akan beralih dari wilayah cekungan yang lebih rendah menuju jaringan kompleks yang terdiri dari punggung gunung, dataran tinggi, dan lembah. Akibatnya, radar tidak berhadapan dengan permukaan geografis yang terbuka dan datar; sebaliknya, radar menghadapi medan yang menghalangi jarak pandang dan terus-menerus menciptakan zona-zona di mana pemantauan berkelanjutan menjadi mustahil dilakukan.

Dalam konteks ini, kondisi geografis itu sendiri menjadi bagian dari sistem pertahanan udara.

Ansar Allah juga telah menyesuaikan operasi pertahanan udara mereka dengan kondisi medan ini. Alih-alih hanya mengandalkan radar besar yang beroperasi terus-menerus—yang justru dapat mengungkap lokasi mereka sendiri—mereka menggunakan kombinasi radar, pengamat visual, sensor elektro-optik dan termal, serta sistem deteksi pasif, sembari hanya mengaktifkan aset penyerangan pada saat-saat kritis.

Pihak Amerika telah mengalaminya secara langsung.

Pada bulan Maret 2025, jet tempur F-16 AS yang beroperasi di atas Yaman menjadi sasaran serangan mendadak (penyergapan) rudal; mereka tidak menerima peringatan apa pun hingga hanya tersisa waktu 15 hingga 20 detik sebelum rudal tiba. Setelah operasi tersebut, pejabat AS menyatakan bahwa mereka tidak dapat sepenuhnya memetakan jaringan pertahanan udara Yaman, karena Ansar Allah memadukan radar, pengamatan visual, serta sensor termal dan elektro-optik—sistem-sistem yang tidak terdeteksi dengan cara yang sama oleh perangkat penerima peringatan radar (radar warning receivers).

Selama operasi yang sama, pesawat AS menembakkan sekitar 50 rudal anti-radiasi HARM dalam sekitar dua puluh kali kontak senjata dengan pertahanan udara Yaman.

Inilah poin krusialnya.

Di atas kertas, Iran memiliki sistem pertahanan udara yang jauh lebih berat dan canggih, dan Suriah pernah memiliki jaringan baterai pertahanan udara yang luas; wilayah Lebanon selatan pun memiliki medan pegunungan. Namun, di Yaman, tiga faktor bertemu: pegunungan tinggi yang saling terhubung; pertahanan udara yang bergerak dan tersembunyi; serta metode deteksi pasif yang tidak mengharuskan pengoperasian radar secara terus-menerus.

Akibatnya, seorang pilot yang terbang di atas Yaman menghadapi lebih dari sekadar ancaman rudal.

Mereka secara bersamaan harus menghadapi rudal, gunung, lembah, ketinggian, bayangan radar, dan serangan mendadak. Inilah sebabnya mengapa sistem pertahanan udara yang kemampuannya relatif terbatas—di tengah medan pegunungan Yaman—bisa terbukti jauh lebih berbahaya daripada yang tersirat dari spesifikasi teknisnya di atas kertas.

Di Yaman, kondisi geografis itu sendiri turut menjadi sekutu bagi sistem pertahanan udara tersebut.

(@Cosmos_politic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. 🌿 INSPIRASI ISLAMI HARIAN
    Praktis • Edukatif • Inspiratif

    📌 Mari bergabung di kanal islami.top/wa dan sebarkan kebaikan. Kanal resmi berbagi wawasan keislaman berlandaskan Al-Qur’an & As-Sunnah.

    🎯 Fokus Kajian Kami:

    🎥 Video pendek (Faedah harian)
    📖 Wawasan keislaman
    💡 Tips kesehatan
    🔬 Sains: Keajaiban Ciptaan Allah
    🤲 Kisah mualaf yang menginspirasi
    ✨ Quote motivasi islami
    📝 Artikel keislaman
    📰 Kabar dunia Islam

    InsyaAllah, konten disajikan secara rutin dengan mengutamakan manfaat dan sumber yang terpercaya.

    📲 Tafadhdholu follow channel kami:
    https://islami.top/wa

    🌐 Website: islami.top