Dulu juga ada propaganda Saddam Hussein akan merobohkan Ka’bah

Ka’bah dijadikan bahan propaganda dalam perang untuk mendiskreditkan pihak lawan, tidak kali ini saja menimpa Houthi Yaman, tapi juga dulu pernah menimpa Saddam Hussein selama Krisis Teluk tahun 1990 setelah Irak menginvasi Kuwait.

ZAMAN PERANG PROPAGANDA SEBELUM ADANYA INTERNET: LEWAT BUKU

Pada masa itu, beredar selebaran dan sebuah buku terkenal yang diterbitkan di Kairo, Mesir, berjudul امنعوا هذا الرجل من هدم الكعبة “Imnau Hadza ar-Rajul min Hadmi al-Ka’bah!” (“Hentikan Lelaki Ini dari Meruntuhkan Ka’bah!”).

Pada sampul buku tersebut, Saddam Hussein digambarkan menunggangi seekor gajah, sebuah simbol sejarah yang secara langsung mengidentifikasikannya dengan tokoh Abrahah, penguasa Yaman yang dalam sejarah Islam mencoba meruntuhkan Ka’bah dengan pasukan gajah.

Meskipun buku dan narasi tersebut dicetak di Kairo Mesir (yang saat itu bersekutu dengan Arab Saudi melawan Irak), narasi ini digunakan secara masif di media-media sekutu Teluk untuk membangun opini publik. Tujuannya adalah mendelegitimasi Saddam Hussein di mata umat Muslim dunia dengan menggunakan simbol agama yang paling sensitif, yaitu keselamatan Ka’bah dan Tanah Suci.

SEKARANG HOUTHI DIFITNAH MENYERANG KOTA SUCI MEKKAH.

PROPAGANDA INI DISEBAR SETELAH POSISI ARAB SAUDI KEWALAHAN MENGHADAPI HOUTHI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Siapapun yang menolong Palestiana aku bersamanya..mau cina, korea utara, rusia..syiah sunii..terserah siapa….dan sebaliknya mau sunni serban dikepala..penguasa sunni syiah kafir yg bekerjasama dengan israel membunuh umat Islam…itu musuh ku…