Rapper Macklemore dikeluarkan dari “Loop Tour” Ed Sheeran setelah menyuarakan dukungannya untuk Palestina 🇵🇸, Namun responnya luar biasa

Rapper Macklemore resmi dikeluarkan dari “Loop Tour” milik Ed Sheeran setelah dua kali tampil dan menyuarakan dukungannya untuk Palestina di atas panggung. Keputusan ini diambil menyusul adanya tekanan dari para pemilik stadion tempat konser tersebut akan berlangsung, dipimpin oleh pemilik New England Patriots, Robert Kraft.

Macklemore memposting pernyataannya di media sosial yang ia rilis pada 14 September 2026 setelah pengumuman pemecatannya. Salah satu pernyataannya yang luar biasa:

“Saya tidak butuh 10 pertunjukan dari Ed. Saya hanya butuh 2. Dua kesempatan untuk berdiri di hadapan 90.000 orang dan mengucapkan kata-kata yang entah bagaimana menjadi terlalu berbahaya untuk diucapkan: Free Palestine. Namun, jika kata-kata itu membuat saya kehilangan panggung, tapi hasilnya percakapan publik kembali ke isu Palestina, maka itu adalah tur paling sukses yang pernah saya jalani.”

Berikut beberapa poin penting di balik kontroversi tersebut:

  • Pemicu: Saat tampil dua kali sebagai aksi pembuka di MetLife Stadium, New Jersey pada 4 dan 5 September, Macklemore menyerukan kalimat “Free Palestine” dan membawakan lagu protesnya, “Hind’s Hall”.
  • Ultimatum Pemilik Venue: Macklemore mengatakan Robert Kraft — yang memiliki Gillette Stadium, tempat Macklemore & Ed Sheeran dijadwalkan tampil akhir bulan ini — menelepon Sheeran. Kraft mengumpulkan pemilik-pemilik lain untuk mendukung ultimatum bagi Sheeran: jika Macklemore tetap ikut tur, kamu tidak akan diizinkan tampil di venue kami.
  • Hubungan dengan Ed Sheeran: Macklemore menegaskan bahwa ia tidak menyimpan dendam pada Ed Sheeran. Ia memahami posisi sulit yang dihadapi rekannya tersebut dan menyatakan bahwa persahabatan mereka selama 13 tahun tidak akan hilang karena perbedaan prinsip ini.
  • Fokus pada Korban Nyata: Di dalam pernyataan yang sama, Macklemore menegaskan bahwa dirinya, Ed Sheeran, maupun penyanyi Pink bukanlah korban sesungguhnya. Korban yang sebenarnya dan yang butuh perhatian dunia adalah rakyat Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *