PEMBISIK PRABOWO

Oleh: Joko Intarto

Banyak netizen menduga Presiden Prabowo menerima informasi yang keliru tentang dunia pertanian dari orang-orang di sekelilingnya.

Menurut mereka, informasi yang disampaikan kepada Presiden bukan sekadar kurang akurat, tetapi sudah sampai pada tingkat yang sulit diterima akal sehat.

Setidaknya ada tiga pernyataan Presiden yang memicu kehebohan karena diduga bersumber dari informasi yang keliru.

1. Panen padi 40 ton per hektare

Presiden Prabowo mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, hasil panen padi saat ini meningkat luar biasa. Bahkan, satu hektare sawah disebut mampu menghasilkan hingga 40 ton gabah.

Peningkatan produktivitas memang sangat mungkin terjadi. Distribusi benih unggul yang lebih baik, ketersediaan pupuk bersubsidi, serta perbaikan teknik budidaya dapat meningkatkan hasil panen.

Namun, angka 40 ton gabah per hektare jelas tidak masuk akal.

Di Indonesia, produktivitas padi umumnya berada pada kisaran 5–6 ton gabah per hektare. Dengan benih unggul, pemupukan yang tepat, dan pengelolaan yang baik, hasil panen bisa meningkat menjadi sekitar 7–10 ton per hektare.

Sampai saat ini belum pernah ada laporan yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai hasil panen mencapai 40 ton gabah per hektare. Bahkan, angka 20 ton per hektare pun belum pernah menjadi capaian yang lazim.

2. Harga gabah Rp70.000 per kilogram

Informasi lain yang juga mengundang tanda tanya adalah soal harga gabah. Presiden menyebut harga gabah saat ini mencapai Rp70.000 per kilogram.

Pemerintah memang telah menaikkan harga pembelian gabah petani melalui Bulog, tetapi angkanya berada di kisaran Rp6.500 per kilogram, bukan Rp70.000.

Kalau benar harga gabah mencapai Rp70.000 per kilogram, berapa harga beras di pasaran? Dengan asumsi rendemen sekitar 50 persen, harga beras bisa mencapai sekitar Rp140.000 per kilogram. Siapa yang sanggup membelinya?

3. Penggilingan padi berpendapatan Rp2 triliun

Pernyataan lain yang juga membingungkan adalah adanya penggilingan padi yang disebut memperoleh pendapatan Rp2 triliun setiap musim panen.

Penggilingan padi yang mana? Milik siapa? BUMN atau swasta? Berlokasi di mana?

Jika memang ada, berapa juta ton gabah yang diolah oleh penggilingan itu? Berapa juta hektar sawah yang menghasilkan gabah sebanyak itu? Di mana sebaran sawahnya?

Wahai para pembisik Presiden, tolong hati-hati kalau menyampaikan informasi. Presiden Prabowo memiliki niat baik untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Jagalah agar pernyataan beliau tidak menimbulkan kebingungan atau menjadi bahan olok-olokan di ruang publik.

(jto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. eits…. tunggu dulu…. biarin aja jadi presiden, wakanda belum pernah punya presiden lucu dan gemesin, nanti abis jadi presiden wakanda jadi presiden Srimulat …. aWok wokwok….

  2. Ya, maklumin aja, paling juga yg kasih masukan itu si Amran, Menteri goblok nan penjilat, yg kerjanya nantangin mahasiswa kalo dikritik…