PBB TAK BERDAYA DI GAZA

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) António Guterres hanya bisa mengeluh di sosmed atas pembantaian Israel yang terus menerus di Gaza dengan melanggar perjanjian gencatan senjata:

“Walaupun ada ‘gencatan senjata’ di Gaza, warga sipil terus membayar harga yang mahal setiap hari.

Orang-orang dibunuh di rumah mereka, di komunitas mereka, dan saat melakukan aktivitas sehari-hari biasa – sementara Israel meningkatkan kendalinya atas Gaza.

Kondisi hidup tetap tidak tertahankan & penyakit mengerikan menyebar – dengan operasi kemanusiaan yang sangat terhambat.

Penderitaan yang berkepanjangan ini harus diakhiri.”

***

Sejak gencatan senjata yang mulai berlaku pada 11 Oktober 2025, sedikitnya 1.180 warga Palestina tewas dan 3.810 orang lainnya terluka akibat pelanggaran serangan yang terus dilakukan militer Israel di Jalur Gaza.

Secara keseluruhan, akumulasi total korban di Gaza sejak awal eskalasi konflik pada 7 Oktober 2023 hingga akhir Juli 2026 telah mencapai angka yang sangat memprihatinkan:

  • Korban Tewas: 73.305 jiwa, di mana mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak.
  • Korban Luka-luka: 173.918 orang.
  • Korban Hilang: Setidaknya 10.000 orang masih belum ditemukan dan diduga kuat tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Situasi Terkini di Gaza

  • Pelanggaran Gencatan Senjata: Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) dan kementerian kesehatan setempat melaporkan bahwa militer Israel masih rutin melancarkan serangan udara, pengeboman tenda pengungsian, dan serangan drone hampir setiap hari.
  • Krisis Kemanusiaan: Pembatasan akses bantuan yang ketat membuat sekitar dua juta penduduk Gaza terjebak di wilayah pesisir yang sempit. Mayoritas dari mereka terpaksa bertahan hidup di tenda darurat tanpa pasokan makanan, air bersih, medis, dan perlindungan yang layak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar