Menteri Dalam Negeri Turki memberikan satu pelajaran penting: Syariat adalah prinsip, bukan komoditas Politik

🇹🇷Menteri Dalam Negeri Turki Mustafa Çiftçi memberikan satu pelajaran penting: syariat adalah prinsip, bukan komoditas politik.

Apa yang telah Allah haramkan tetap haram, meskipun sikap itu membuat seseorang dicemooh, kehilangan popularitas, atau tidak dipilih dalam pemilu.

Begitulah seharusnya seorang Muslim bersikap. Prinsip tetaplah prinsip. Syariat tetaplah syariat. Politik tidak boleh mengubah hukum Allah, justru politiklah yang harus tunduk kepada syariat.

Pemimpin yang berani memegang prinsip seperti itulah yang akan mendapatkan kepercayaan. Manusia mungkin tidak selalu setuju, tetapi mereka akan menghormati orang yang konsisten dan tidak menjual keyakinannya demi kepentingan sesaat.

Dengan paradigma seperti itulah, insya Allah, Islam akan memimpin.

Sebaliknya, di negeri kita sering muncul upaya membengkokkan prinsip demi menyesuaikan kepentingan politik. Diangkatlah narasi qaul qadim dan qaul jadid tanpa konteksnya, bahkan terkadang dicari pendapat-pendapat syadz hanya untuk membenarkan sikap yang sejak awal sudah diinginkan.

Padahal, syariat bukanlah sesuatu yang mengikuti arah angin politik. Justru politiklah yang semestinya berjalan di bawah bimbingan syariat.

Tidak akan pernah rugi orang yang memegang teguh syariat Allah, meskipun jalan itu terkadang terasa berat dan harus dibayar dengan berbagai konsekuensi.

(Hafidin Achmad Luthfie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *