Aktor terkenal dunia, Mel Gibson, kembali mengejutkan publik internasional dengan pernyataan yang sangat tegas dan kontroversial terkait konflik di Timur Tengah.
Dalam pernyataannya yang kini viral, Gibson menekankan pandangannya bahwa perdamaian global tidak akan tercapai tanpa sikap tegas dari seluruh dunia.
“Jika dunia menginginkan perdamaian, ia harus bersatu melawan Israel.”
Pernyataan ini langsung menjadi sorotan utama dan menjadi topik hangat perbincangan di berbagai media massa maupun platform sosial. Ucapan sang aktor menuai beragam respons, mulai dari dukungan luas dari masyarakat yang peduli kemanusiaan, hingga perdebatan tajam di kalangan pengamat politik internasional.
Kiprah Mel Gibson dalam menyuarakan isu ini dianggap sebagai bukti bahwa kesadaran akan situasi di Palestina dan kawasan sekitarnya kini semakin meluas, bahkan hingga ke kalangan figur publik dan selebriti dunia.
Mel Gibson adalah aktor, sutradara, dan produser film ternama yang dikenal melalui peran ikoniknya dalam seri Mad Max dan Lethal Weapon. Ia mencapai puncak kesuksesan lewat film Braveheart (1995), yang memberinya dua Penghargaan Oscar untuk Sutradara Terbaik dan Film Terbaik.
Tuduhan anti-semit
Tuduhan bahwa Mel Gibson membenci orang Yahudi (anti-Semitisme) telah menjadi kontroversi publik yang berlangsung selama beberapa dekade, dipicu oleh serangkaian insiden dan pernyataan pribadi:
1. Insiden 2006
Ini adalah peristiwa paling terkenal di mana Gibson ditangkap polisi di Malibu. Menurut laporan polisi, ia melontarkan komentar anti-Semit, termasuk klaim bahwa “orang Yahudi bertanggung jawab atas semua perang di dunia”.
2. Film The Passion of the Christ (2004)
Film The Passion of the Christ (2004), disutradarai Mel Gibson, adalah film drama epik yang menggambarkan 12 jam terakhir kehidupan Yesus dari Nazaret dengan sangat brutal dan realistis. Film ini menuai kritik keras dari organisasi Yahudi yang menganggap penggambarannya terhadap tokoh-tokoh Yahudi bersifat stereotip dan dapat memicu kebencian terhadap Yahudi karena menonjolkan peran pemimpin agama Yahudi dalam penyaliban dan menuduh kolektif orang Yahudi atas kematian Yesus (deicide). Beberapa laporan menyebutkan adanya peningkatan insiden anti-Semit setelah perilisan film tersebut.

Sumber: Middle East Monitor, The New Arab, The New York Times







negara2 arab malah milih jd konco isra hell
ya salam..