Mantan Wakapolri Oegroseno buka-bukaan

Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno buka-bukaan di Channel YouTube Forum Keadilan, dalam talkshow Madilog yang dipandu Margi Syarif, hari ini, Rabu, 22 Juli 2026.

Apa yang dibuka oleh Oegroseno dalam talkshow Madilog itu, tak ada apa-apanya dibandingkan Channel YouTube-nya, Oegroseno Tribrata, terkait dugaan kriminalisasi dirinya oleh institusinya dulu.

Tidak saja Oegroseno tegas mengatakan bahwa ia dikriminalisasi mantan institusinya terkait sikap kritisnya, tapi ia juga terang benderang mengatakan Polri harus dilepaskan dari cengkraman Jokowi.

Kalau ingin membersihkan korupsi dari institusi Polri saat ia menjabat Kalemdiklat Polri tahun 2011, maka tidak ia yang terlebih dulu diperiksa. Tapi, ada Kapolri waktu itu, yakni Bambang Hendarso Danuri.

Karena langsung memeriksa dirinya, maka apa lagi yang bisa disebut kalau bukan kriminalisasi. Dan tak segan-segan, Oegroseno langsung menyebut nama Kapolri, yakni Listyo Sigit Prabowo berada di balik pemanggilan dirinya oleh Kortas Tipidkor.

Logikanya, siapa lagi yang berani memerintahkan memeriksa dirinya, kalau bukan pangkat yang di atasnya. Apalagi, ia bukan orang yang tak tahu apa-apa terkait permainan dalam institusinya itu.

Oegroseno juga tak segan-segan membuka bahwa ia pernah didatangi Listyo Sigit, karena Listyo tak kunjung mendapatkan posisi Kapolres, di mana teman-teman seangkatannya sudah pada posisi itu.

Oegroseno yang saat itu menjabat Kadiv Propam melihat karir Listyo Sigit dan mengecek Kapolres mana yang bisa ditempatinya. Akhirnya, ditemukan Kapolres Pati dan Listyo Sigit juga menerimanya.

Oegroseno juga membuka bahwa saat ia menjabat timnya Gubernur DKI Anies Baswedan, dan Listyo menjabat Kabareskrim, ia masih berhubungan baik. Setelah itu dan sampai saat ini memang tak ada lagi komunikasi. Oegroseno jalan dengan nuraninya sendiri, hingga terjadilah situasi saat ini. (ERIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Erizal ini aneh, yg nunjuk kapolri adalah prabowo sendiri, junjungannya yg dia bela mati2an. Mengkritik kapolri ya sm sj dg mengkritik prabowo. Mudah bg prabowo utk mengganti kapolri, tp itu tdk dilakukan, entah knp. Agaknya Erizal lupa peribahasa “Ikan busuk itu dr kepalanya”. Saking busuk presidennya, sampe2 utk mengganti kapolri sj nggak berani … begitulah kalo taklid buta, tahi kucing jg rasa coklat …

    1. listyo punya kartu as
      Wowo kalo ganti dia bakal dibuka kasus food estate dan korupsi pembelian senjata waktu dia jd menhan 🤣🤣