Kemandirian yang palsu

✍️M Maki

Bukan karena saya sinis sama pemerintah dan para buzzernya, tapi ada yang mengganjal di logika dengan pertanyaan “kenapa harus bangga” ??

logika proyek Abadi Masela ini dengan jargon Kemandirian energi katanya, tapi coba liat struktur kepemilikannya. INPEX dari Jepang megang 65 persen, jadi operator sekaligus bos besar. Indonesia cuma 20 persen lewat Pertamina, sama Malaysia 15 persen. Udah gitu, kita malah menjamin bakal beli 60 persen gasnya pake BUMN. Jadi kita yang punya gas, kita yang membiarkan asing ngelola, terus kita beli lagi hasilnya sendiri. Kalo ini bukan kesepakatan gila, saya nggak tau apa lagi namanya.

Yang bikin saya makin mikir, ini proyek bukan cuma soal energi. Tapi soal narasi. Prabowo naik panggung, berdiri megah, ngomong panjang lebar tentang kedaulatan. Tapi dibelakang layar, yang pegang kendali tetaplah Tokyo. Ini bukan kemandirian, ini cuma menjual kesepakatan gila demi tepuk tangan rakyat.

Lalu ada jaminan gas 60 persen buat PLN, PGN, sama Pupuk Indonesia. Itu artinya BUMN kita dipaksa jadi pembeli setia. Bukan karena harganya murah, tapi karena negara butuh narasi. Sementara INPEX di Jepang udah menyiapkan pesta kemenangan, karena mereka dapet proyek strategis plus pasar yang udah dijamin prabowo.

Tapi yang paling saya sesalkan, rakyat kecil di Maluku cuma dapet janji lapangan kerja dan listrik, sementara pertarungan sesungguhnya terjadi di ruang rapat tertutup antara Tokyo dan Jakarta. Dan kita cuma disuguhi narasi heroik tanpa melihat struktur yang sebenarnya nggak berubah, Kemandirian yang palsu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 komentar

  1. NAHH….. LHOO…….

    kemarin ada mon-omon : semua hasil sda itu ya dalam bentuk pajak, kalau ga ngerti diam aja.

    puyeng dah… mending beta nyengir sambil GULING GULING 🙃🤫

  2. suatu hari yang mulia bp. Presiden Prabowo Subianto pernah berkata : “Indonesia tidak akan mampu mewujudkan kemandirian di bidang industri, pertahanan, energi, maupun teknologi tanpa didukung oleh sumber daya manusia unggul yang dilatih melalui sistem pendidikan berkelas dunia”.

    maka dibuat MBG, KDMP, sekolah Rakyat, sekolah garuda, sda dikelola oleh asing. bagi rakyat silahkan duduk manis karena tugas kami sebagai pejabat melayani setiap warga negara.

    NDASE NYE NYE……

    1. lah, elu lebih gajelas lagi,,,
      cuman bisa nuduh “sinis, manusia berhati pesimis dengki dan busuk” tanpa ada argumen pembanding beserta analisis yg jelas dan masuk akal…..

      GOBLOK lu…!!!
      L.O.L

  3. kalau dapat secuil, alhamdulillah, patut untuk bersyukur kepada rezim. loh… yang terjadi minus, BEP ga ada, uang rakyat digerogoti lewat APBN untuk bayar utang. narasi di awal bombastis, inikah yang disebut OPTIMIS ❓ 🙃

  4. liat terwo yang sedih kayak gitu gua jadi prihatin. ayooo terwo semangat walaupun ga nyambung dalam komen komen nya 😜🤪