Kasus FA itu akan panjang dan penuh drama

Sudah lebih seminggu kasus FA mantan jampindsus belum jelas perkaranya. Apakah TPPU atau korupsi. Padahal cerita awalnya sangat dramatis. Ada OTT di kediamannya. Kini perhatian terarah kepada Polisi tangkap Polisi pengedar narkoba. Semakin parah dan mengerikan gimana negara ini dikelola. Kalau engga terima suap, ya kawal penggusuran, ya mengedarkan Narkoba. Dan itu dilakukan oleh Aparat hukum yang seharusnya jadi pagar rakyat.

“Kasus FA itu akan panjang dan penuh drama. Karena ada unsur politik, perang proxy antar elite politik. Sumber masalah, karena presiden tidak tegas dan tidak berusaha memperkuat kelembagaan berdasarkan hukum. Semua hal jadi ranah politk dan berusaha diselesaikan secara kompromi. Semakin membuktikan keadaan hanya berebut pundi partai dari penguasa lama ke yang baru..” kata teman.

Saya paham. Karena baik Jaksa maupun Polisi bahkan KPK punya stok amunisi saling menghabisi satu sama lain. Dan rakyat jadi penonton, untuk mendapatkan fakta, tidak ada satupun Aparat yang bersih. Dan perang proxy terjadi karena kepentingan bisnis yang harus dijaga. Ironinya ada pencuri ayam mati oleh amuk massa seakan hukum tidak berlaku bagi sikecil.

Negara tidak mulai hancur ketika gedung pemerintahannya terbakar atau mata uangnya kehilangan nilai. Kehancuran dimulai ketika hukum masih tertulis, tetapi tidak lagi berani menyentuh orang yang berkuasa.

John Locke mengingatkan, “Di mana hukum berakhir, di sana tirani bermula.”

Agustinus bahkan menyebut pemerintahan tanpa keadilan sebagai gerombolan perampok dalam ukuran besar. Sebab perampok mengambil milik rakyat dengan senjata, sedangkan penguasa yang zalim mengambilnya dengan stempel, jabatan, dan undang-undang yang telah dikuasainya.

Ketika kejahatan memperoleh tanda tangan negara, Ibnu Khaldun mengingatkan bahwa kezaliman bukan sekadar melukai manusia—ia menghancurkan peradaban.

(Erizeli Jely Bandaro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. * tak ada kelebihan yang dimiliki wowo
    * tak ada kebanggaan yang patut disematkan kepada wowo
    * tak ada ide briliant untuk kepentingan bangsa dan negara

    NDASE LONDO IRENG NYE NYE 😠🤑