Israel “sama sekali tidak” senang dengan kesepakatan yang ditengahi AS yang membuat Hamas setuju untuk pelucutan senjata, kata seorang mantan duta besar Israel Alon Pinkas kepada Al Jazeera.
Hal itu terlihat dari bagaimana serangan Israel meningkat di Gaza dalam 48 jam terakhir setelah pengumuman tersebut, dan fakta bahwa Israel secara resmi telah mengajukan keberatan kepada Dewan Perdamaian Presiden Trump, kata Alon Pinkas yang menjabat sebagai Konsul Jenderal Israel di Kota New York dari tahun 2000 hingga 2004.

“Israel dihadapkan pada situasi di mana presiden AS mengatakan ada kesepakatan, tetapi sebenarnya tidak ada kesepakatan, dan karena itu saya sangat skeptis bahwa ini akan berhasil,” tambahnya.
Bagi Netanyahu, kesepakatan Trump dengan Hamas merupakan “kegagalan besar”, kata Pinkas, begitu pula “perang yang gagal di Iran”.
Netanyahu, yang menghadapi pemilihan umum pada bulan Oktober, “harus somehow mempermanis apa yang terjadi di Gaza” kepada publik domestik, katanya.
Menyusul konsesi Hamas, Israel diharuskan untuk mundur ke zona penyangga yang disebut “Garis Kuning”, mengizinkan bantuan kemanusiaan mengalir tanpa hambatan ke Gaza dan menghentikan serangan terhadap Jalur Gaza, tetapi tidak satu pun dari hal itu terjadi sejak kesepakatan diumumkan pada hari Jumat, kata Pinkas.
Sumber: Aljazeera







see.. inilah maksudnya “alasan” isn’t real trhadap Palestin “smakin menipis”..
mreka akan mnunjukkan “sifat mreka sebenarnya”.. dari dulu jg sudah mnunjukkan “sifatnya”.. hanya saja kali ini mreka brsinggungan langsung dgn “plindung setianya”..
yg apabila mreka “brsebrangan”.. media yg akan mnyerangnya adlh dari pihak mreka sendiri..
a.k.a. kali ini akan sulit membuat narasi propaganda utk mnutupi kjahatan isn’t real..
mungkin ini jg bisa membuat isn’t real benar² mnjadi “bangsa pilihan”.. bangsa yg terpilih utk dimusuhi oleh manusia satu bumi..
efek berantai serangan Hamas terus berlanjut.. panjang umur perjuangan..!! 🔥🔥🔥
..Islam bersatulah..