Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Israel ke Lebanon

Otoritas Iran resmi menutup kembali Selat Hormuz pada Rabu, 8 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai respons atas serangan militer Israel ke Lebanon yang dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata yang baru saja terjalin.

Iran murka dan menutup lagi Selat Hormuz saat gencatan senjata dengan Amerika Serikat, beberapa saat setelah Israel menggempur Lebanon pada Rabu (8/4/2026) pagi waktu setempat.

Serangan udara besar-besaran Israel ke berbagai wilayah Lebanon pada Rabu, 8 April 2026, telah menewaskan setidaknya 254 orang dan melukai sekitar 1.165 orang dalam satu hari.

Media Iran Fars News melaporkan penutupan Selat Hormuz dilakukan Teheran karena Israel dianggap melanggar gencatan senjata dengan menggempur Lebanon.

Iran menganggap kesepakatan gencatan dengan AS dan Israel mencakup penghentian serangan ke Lebanon. Namun, Israel menolak. Tel Aviv bersikeras bahwa Lebanon tidak termasuk bagian dari kesepakatan gencatan selama dua pekan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya sepakat gencatan senjata setelah menerima 10 poin yang menjadi syarat dari Teheran.

“Setelah pelanggaran terus-menerus terhadap gencatan senjata sementara oleh tentara rezim Zionis terhadap Lebanon dan perlawanan Islam di negara itu, Iran sedang menyelesaikan rencana untuk melakukan operasi pencegahan terhadap posisi militer Israel di wilayah pendudukan,” kata salah satu sumber keamanan-militer yang mengetahui informasi tersebut kepada Kantor Berita Fars News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. jelas ☫ iran marah 😡, di Lebanon ada syiah hizbullah disitu diserang Israel. dan gila 🤪 nya lagi,Israel itu sudah berkali-kali dirudal Iran tapi gak kapok serang Palestina 🤣 😂 😅