Ngaca, Ted!

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menilai belakangan ini terjadi fenomena ‘inflasi pengamat’.

Menurutnya, banyak pengamat bicara tidak sesuai data dan fakta di lapangan, namun berusaha membentuk opini warga tentang pemerintah.

“Pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru. Dari Sebagian besar pengamat-pengamat itu sejak dulu sudah berusaha mempengaruhi warga, membentuk opini publik,” ujar Teddy, Jakarta, pada Jumat (10/4/2026).

Lebih berbahaya pejabat

Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti menanggapi pernyataan Seskab Teddy.

“Jauh lebih berbahaya pejabat, bukan pengamat, yang tidak sesuai background (latar belakang pendidikan -red). Juga, pejabat yang salah data atau nggak pakai data (mis. bilang Aceh sudah pulih). Tanggung jawabnya hukum tuh bukan hanya etik,” ujar Bivitri di akun media sosial X @BivitriS.

Bivitri Susanti, S.H., LL.M., Ph.D. adalah seorang akademisi, pakar hukum tata negara, dan aktivis reformasi hukum terkemuka di Indonesia. Ia dikenal luas karena keberaniannya mengkritisi penyalahgunaan kekuasaan dan memperjuangkan integritas hukum nasional.

Ia adalah pengajar di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua I di sana.

Bivitri merupakan salah satu pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), sebuah lembaga penelitian dan advokasi untuk reformasi hukum yang didirikan pada Juli 1998.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar