✍🏻Azwar Siregar
Saya sudah menonton videonya, sekilas. Tapi itu sudah cukup membuat saya istighfar berkali-kali.
Kerusakan moral bukan cuma dilevel Pejabat. Tapi juga di rakyat. Pada umat. Di akar rumput.
Tapi semua memang bisa terjadi di Pulau J. Mungkin karena saking padatnya penduduknya. Jadi segala macam jenis manusia ada.
Jujur saja. Saya tidak bisa membayangkan hal yang sama akan terjadi di Pulau S. Bahkan Pulau K.
Orang bejat ada dimana-mana. Bahkan orang baik terkadang sesekali bisa berbuat bejat. Tapi sebejat-bejatnya orang di Pulau S dan Pulau K, mereka tidak akan joget erotis di Panggung Isra Miraj Nabi Muhammad.
Di Kampungku dulu banyak Tukang minum Tuak. Minum tuak sambil main gitar. Tapi pas azan semua diam.
Jadi bagaimana bisa, setelah Acara Isra Miraj, di panggung masih ada tulisan Nabi Muhammad, dibawah masih banyak yang berpeci dan sarungan. Ada penyanyi erotis?
Menurut saya Panitianya ya super goblok. Secara pribadi saya menganggap ini pelecehan dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad.
Tugas Walisongo ternyata belum selesai….







Komentar