ENDINGNYA….

Ke-4 anggota BAIS TNI itu melakukan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie atas inisiatif sendiri.

“Sumpe kagak ada yang nyuruh!”

Jiwa Korsa mereka terpanggil, tak terima dengan getol-getolnya Andrie mengkritisi institusi.

Setelah menjalani hukuman, beberapa tahun kemudian ke-empatnya dapat promosi jabatan. Kayak tim Mawar dan para pembela Ferdy Sambo gitu deh.

BEGITULAH KIRA-KIRA ENDINGNYA…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. zaman soeharto lebih ngeri lagi. yang protes langsung dikarungi lalu hilang tanpa jejak 🐾. entah dipenjara lalu disiksa atau dibunuh cara dijerat,digantung,ditusuk, ditembak dan akhir endingnya ditemukan di kebun,hutan, sungai, laut 🌊 bahkan diberi pemberat sampai jangkar ⚓ apalagi sampai berbentuk abu. kalau sekarang walaupun rakyat sipil itu lemah tapi mereka punya kekuatan untuk melawan dan ngamuk nya lebih ngeri dari 1998 dulu seperti penjarahan rumah dpr, pembakaran kantor 🏢 polisi dan dprd serta mobil 🚙 nya, pengepungan gedung 🏢 dpr/mpr, bahkan mereka pun berani jika ditantang perang bahkan semangat orang yang ditindas dan dizalimi oleh rezim diktator militer kejam ini lebih ngeri dari perlawanan gam,rms,opm yang bersifat kedaerahan serta lebih ke keegoisan diri sendiri bukan demi Indonesia yang lebih baik lagi untuk ke depan.