Dua Tokoh Penolak 7 Kata Piagam Jakarta, Keduanya Ketika Meninggal Tetap Pakai Cara Islam

✍️Arif Wibowo

Jadi penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta itu tidak mengagetkan, sebab sejak sidang di BPUPKI sebelun proklamasi, ada dua tokoh yang menolaknya.

dr. Radjiman Wedyodiningrat yang orang Teosofie dan Mr. Wongsonegoro yang kebatinan.

Kebudayaan Jawa bukanlah Islam. Agama-Agama Hindu dan Budha telah mengilhami bangsa Jawa, menciptakan monumen-monumen yang megah, tata cara adat kebiasaan yang dilakukan saat kelahiran, perkawinan, dan lain-lain urusan kekeluargaan, semuanya berasal dari agama Budha. “

Demikian pendapat dr. Radjiman tentang agama orang Jawa.

Sementara, Wongsonegoro berpendapat, tujuh kata itu akan menimbulkan fanatisme, karena seolah-olah memaksa menjalankan syari’at bagi orang-orang Islam.

Dengan demikian ketika Hatta menyampaikan keberatan orang Indonesia Timur melalui (katanya) seorang opsir Jepang, pencoretan itu menjadi lancar dengan dukungan dr. Radjiman yang Teosofie dan Wongsonegoro yang kebatinan beraroma Darmogandhul itu.

Demikian kutipan bebas saya dari tulisan kerennya pak Anhar Gonggong, “Salah Kaprah Pemahaman Terhadap Sejarah Indonesia, Persatuan Majapahit dan Piagam Jakarta – Kemayoritasan Islam.”

Jadi begitulah Wongsonegoro yang dikutip Fadzli Dzon itu.

Oh ya, keduanya ketika meninggal prosesinya secara Islam. Jenazahnya dikebumikan, tidak dibakar apalagi pakai Sati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 komentar

  1. kok jadi munafik sih? kan yg berjuang semua elemen agama jadi dia pakai kebijaksanaannya utk menjaga agama utk pribadi masing2 dan kematiannya ya pribadinya pakai agama islam dan negara merangkul semua umat agama yg udh berjuang, masa logika sederhana gini gasampe ya ke otak kadrun

    1. @Anonim (Akal Nol, Otak miNim) ANJING PENJILAT gerombolan TerMul dan TerWo sok ngajari netizen cerdas. Lu kagak ada akal dan Otak gak usah ngajarin kami woiii BabRun GUOBLOKKKK ‼️ 🤣😝😝😅

  2. saat hidup fanatik sm kemusyrikan, fanatik dg kesyirikan.
    begitulah INKONSISTENSI para pembenci Islam, menolak Syariat Islam tp bila modyar minta dikubur ala Islam. Memangnya Syariat Islam hanya utk urus jenazah sj ?

  3. ber Islam tidak harus MABUK AGAMA… Piagam Jakarta ada kecenderungan Mabuk Agama krn ada kata2 KEWAJIBAN MENJALANKAN SYARIAT ISLAM.bagi Pemeluknya. enak aja!!! Allah aja TIDAK MEMAKSA ORANG BERAGAMA,,, ini ada MANUSIA biasa mau MEMAKSAKAN AGAMA…. Apa namanya Kalau Tidsk Manuk Agama?? aneh2 aja… Ber Ketuhanan itu (trrmasuk Ber Agama) hak mutlak individu …. SUDAH BENAR NKRI menolak Piagam Jakarta…

    1. @Anonim (Akal Nol, Otak miNim) ANJING PENJILAT Babi GuRun gerombolan TerMul dan TerWo …wkwkwkwk…tuh kan lu menunjukkan keGOBLOKAN mu lagi‼️😝🤣😅

    2. yang mabok agama itu udah diludahi, dicaci, disebut binatang tapi tetep membela, memuji dan menjilat sampe bersih kotoranya zionis israhell gitu aza kok refot 🤣