Anggaran daerah cekak setelah pemerintah memangkas dana transfer. Layanan publik macet, pembayaran gaji pegawai pun seret.
Pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat demi mendanai proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini memicu krisis keuangan serius di berbagai pemerintah daerah.
Berdasarkan laporan investigasi Koran Tempo dan analisis lembaga riset ekonomi, kebijakan sentralisasi anggaran ini berdampak langsung pada kelangsungan layanan dasar dan hak para pegawai di daerah.
Penyebab Utama Krisis Fiskal Daerah
- Pemotongan Drastis TKD: Anggaran transfer pusat ke daerah merosot tajam dari Rp919 triliun pada APBN 2025 menjadi hanya Rp650 triliun dalam RAPBN 2026.
- Kewajiban Alokasi Dana Desa: Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026, desa diwajibkan mengalokasikan 58,03% dana desa mereka untuk proyek infrastruktur fisik pendukung Kopdes Merah Putih.
- Beban Potongan Cicilan: Terbitnya PMK Nomor 15 Tahun 2026 membuat Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), serta Dana Desa dipotong kembali secara otomatis di tingkat pusat untuk membayar angsuran bulanan pembangunan fisik gerai dan gudang koperasi tersebut.
Dampak Nyata di Lapangan
- Gaji Pegawai Tersendat: Ruang fiskal daerah yang menyusut drastis membuat ratusan daerah mengalami kekosongan kas, sehingga pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi seret.
- Layanan Publik Lumpuh: Pemda terpaksa menghentikan pembiayaan operasional pelayanan publik dasar dan menunda berbagai proyek infrastruktur vital masyarakat, seperti perbaikan jalan desa, saluran air, dan fasilitas kesehatan.
- Kritik Otonomi Daerah: Para pengamat kebijakan publik dan ahli hukum menilai sentralisasi ini merusak prinsip otonomi dan mematikan hasil perencanaan pembangunan yang telah disusun mandiri oleh warga melalui Musrenbangdes.
Sebagai respons atas kondisi kas daerah yang mengering ini, Kementerian Keuangan mengonfirmasi tengah mendata dan menyiapkan tambahan dukungan anggaran darurat bagi sekitar 490 daerah yang mengalami kesulitan likuiditas akut. [1, 2]







NKRI bakalan pecah berkeping2 menjadi negara2 kecil gara2 MBG
ini bukan yaman bos yg udh pecah berkeping2
siapa yang bisa memastikan?
Kalo pecah kaya yaman lu terancam susah cari makan ga bisa nge buzzer lagi
asyik donk….. jadi banyak presiden, af jadi presiden mana
pengennyasih presiden iran nanti akan kupaksa pindah massal warganya ke ahlusunnah supaya gabisa kawin kontrak lagi
Heh AF Kesot, lu itu sepertinya iri kalo soal kawin kontrak, yg dibahas itu” mulu, lagian kalo mau kawin kontrak minimal ganteng dulu lah kaya orang Iran mancung juga, lah situ jelek, mana pesek pula mana ada yg mau, kambing aja ogah kaliii🤣🤣🤣
astaghfirullah apakah antum menghina fisik bangsa asia yg ditakdirkan tidak mancung? dilarang keras menghina ciptaan Tuhan drun taubatlah
Maklum om ga gableg modal dia buat kawin kontrak cuma bisa nyabun bareng si sukacolini
utang lageeeee
ya udah pindah sono ke iran jangan balik lagi, asyik deh ga ada yg teriak dran drun dran drun. kalok gagal jadi presiden iran ngangon onta deh 😛😛😛
Presiden Iran lagi butuh terwo dan termul, katanya buat ganjel peluncur rudal dengan gaji tinggi, bayarnya pake minyak mungkin, minyak asli bukan minyak onta apalagi minyak babi,sono gih daripada jilat” mulu dari duluuu bgt tapi kagak jadi komisaris juga, pulang dari sono bisa gantengin muka mancungin hidung trus kawin kontrak, sebenarnya lu bahas kawin kontrak mulu karna lu pengen kan?🤣🤣🤣