Dr. Sukidi Mulyadi adalah seorang cendekiawan Muhammadiyah, pemikir kebinekaan, dan doktor lulusan Harvard University yang lahir di Sragen, Jawa Tengah pada tahun 1976.
“Saya tidak melihat bahwa presiden (Prabowo) tumbuh secara intelektual. Padahal dia banyak baca buku. Itu tidak menandakan mempunyai satu pertumbuhan secara intelektual.
Saya melihat bahwa masalah terbesar kita itu adalah pada aspek pendidikan.
Karena kita menyadari bahwa pendidikan kita itu jauh tertinggal.
Terutama pada sains, teknologi, engineering, dan matematika itu sendiri.
Dan ini terbukti bahwa kita bukan hanya tertinggal jauh dari dunia, tapi juga tertinggal bahkan dibanding dengan negara-negara Asia Tenggara sekalipun.
Ketertinggalan pada dunia pendidikan itu mengakibatkan bahwa human capital kita (modal manusia/SDM) yang akhirnya tersebar di pasar itu tak lebih dari lulusan SMP SMA.
Jadi lulusan-lulusan yang memang unskilled labor.
Dan itu membuat mereka tidak bisa kompetitif, apalagi dari aspek penguasaan bahasa Inggris, jauh tertinggal dengan negara-negara Asia Tenggara.
Itu pada pendidikan. Dan pendidikan itu menandai kemajuan satu bangsa.
Apalagi kalau dilihat dari kecerdasan kita yang memang amat sangat tertinggal.
Dan kecerdasan itu juga berkorelasi positif dengan kemakmuran satu bangsa.
Dan saya tidak melihat bahwa aspek pendidikan ini diperbaiki dengan baik.
Melalui MBG? Tidak ada teori di dunia manapun bahwa MBG itu berkorelasi dengan kemakmuran satu bangsa.”
[VIDEO]







Mana ada BABI tumbuh scara intelektual yg tumbuh inTEmbelek TAI
terwo mahluk rasis: Sukidi kadrun 😂😂
kata menteri penjilatnya mbg bikin pinter, yang ada malah muntaber masal