Pemerintah Iran secara resmi menolak bernegosiasi dengan pemerintahan Donald Trump dan menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup sebagian hingga akhir masa jabatan Trump pada 20 Januari 2029, kecuali jika Washington menerima dokumen persyaratan yang mereka ajukan.
Pernyataan ini dikonfirmasi oleh Majid Shakeri, penasihat Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang menegaskan bahwa strategi Iran adalah menerapkan “kesabaran strategis” dan mengelola situasi tanpa perang maupun perdamaian penuh hingga mencapai kemenangan.
Berikut adalah poin-poin utama dari ketegangan geopolitik ini:
Tuntutan Utama Iran kepada AS
Iran menegaskan tidak akan membuka kembali jalur pelayaran internasional tersebut secara bebas kecuali AS memenuhi tuntutan yang tercantum dalam dokumen kompensasi perang mereka:
- Dana Kompensasi: Ganti rugi kerusakan akibat perang sebesar $300 miliar.
- Aset yang Dibekukan: Pencairan dana global milik Iran sebesar $100 miliar.
- Sanksi & Blokade: Pencabutan seluruh sanksi ekonomi serta penghentian blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
- Penarikan Militer: Penarikan penuh pasukan militer AS dari seluruh kawasan Timur Tengah.
- Tarif Transit: Pemberlakuan biaya resmi bagi setiap kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Respons Pemerintahan Donald Trump
- Penolakan Kompensasi: Trump menyatakan kepada media bahwa AS tidak akan menggunakan uang pembayar pajak untuk membayar tuntutan ganti rugi tersebut.
- Kelanjutan Blokade: Trump menegaskan bahwa blokade ekonomi dan militer AS terhadap pelabuhan serta kapal Iran akan tetap berjalan 100% penuh sampai Teheran bersedia melunakkan posisinya.
- Pendekatan “Low-Key”: Trump mengaku tidak terburu-buru mengambil tindakan militer baru dan memilih memantau tekanan inflasi tinggi di dalam negeri Iran yang ia yakini akan memaksa negara tersebut kembali ke meja perundingan.
Dampak pada Pasar Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan jalur minyak paling vital di dunia. Dampak dari penutupan dan ketegangan militer ini meliputi:
- Lonjakan Harga: Harga minyak mentah dunia melonjak tajam akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi yang berkepanjangan.
- Insiden Pelayaran: Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan terus membatasi lalu lintas kapal dan sempat menyerang serta menyita beberapa kapal tanker komersial yang mencoba melintas di bawah kawalan jet tempur AS.
- Rute Alternatif: Negara tetangga seperti Uni Emirat Arab (UEA) mulai mempercepat proyek darurat pipa minyak baru menuju Pelabuhan Fujairah guna mengalirkan minyak tanpa melewati Selat Hormuz.







inilah bangsa yg berwibawa 👍 👍
antum setuju ya @ om Ali bajrie, @ af dran- drun ?
tekan terus.. jgn kasi celah..!! 🔥🔥🔥