Apa Yang Terjadi Setelah Perundingan AS vs Iran Gagal?

Pembicaraan Iran vs AS yang difasilitasi Pakistan sudah gagal, seperti yang diperkirakan banyak orang.

Pertanyaannya, apa yang akan terjadi kemudian?

Menurutku ada 3 skenario:

Pertama, perpanjangan gencatan senjata terus menerus

Bila ini terjadi maka bagi prioritas utama GCC (negara teluk) adalah

Mengisi persediaan senjata yg sudah ada sekaligus membangun system prsenjataan baru yg lebih murah, lebih banyak dan lebih efektif baik rudal pencegat dari darat ke udara maupun dari udara ke udara

Prioritas kedua adalah meneruskan upaya mendiversifikasi transportasi logistic migas untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz yg dikuasi Iran .

Baik dengan membangun jaringan pipa baru maupun mencari rute alternative pengiriman baru menghindari Teluk

Namun, bagi negara-negara seperti Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Irak, jalur pipa melintasi Semenanjung Arab akan berarti ketergantungan pada kekuatan regional lain yi Arab Saudi. Dan, tentu saja, akan dikenakan biaya transit pula. Jadi sama saja.

Maka suka tidak suka, menurutku negara Teluk akan lebih suka membayar Iran tinimbang bisnisya lebih beresiko. Toh pada gilirannya, konsumen akhir pula yg akan membayar harga kemahalannnya.

Skenario Kedua, Bisa jadi eskalasi malah meningkat.

Bisa jadi AS malah meneruskan operasi penghancuran Iran kembali ke jaman batu

Pertanyaan yg muncul, mungkinkah AS akan habis-habisan bertaruh pada perang yg bukan perangnya sendiri?

Klo pake pesawat pembom B 52 bukankah justru menjadi sasaran empuk rudal Shaded Iran ?

Klo pake jet tempur siluman, apa belum kapok dihajar rudal infra red 358 Iran seperti kasus tragedy udara memalukan di Isfahan?

Juga setiap kampanye pengeboman skala besar berisiko memicu kerusakan pembalasan yang signifikan pada negara Teluk produsen migas. Itu berdampak memperpanjang dan memperdalam guncangan minyak global dan berpotensi mendorong dunia menuju krisis keuangan.

Resiko inikah yang akan diambil AS untuk membela Israel? Kupikir AS tidak mungkin senekad itu.

Israel yg dibela pun tidak bebas dari resiko. Faktanya, menipisnya stok rudal pertahanan Israel telah meningkatkan keberhasilan serangan Iran di wilayah Israel. Dalam suatu media, dikabarkan telah melonjak – dari 3% pada awal perang menjadi 27% pada akhir Maret dan awal April – sebagian besar karena tekanan dan penipisan pertahanan udara Israel.

Bila dilakukan opsi operasi darat skala besar, baik di sepanjang garis pantai Iran atau terhadap pulau-pulau yang dikuasai Iran ?

Serangan amfibi terbatas da penerjuna pasukan AS akan mencapai sedikit hasil, sementara invasi skala penuh yang bertujuan untuk menggulingkan rezim sama sekali tidak layak.

Sudah berapa puluh ribu peti mati yg disiapkan untuk membawa jasad tentara AS?

Skenario ketiga,

Sementara bisa jadi ada konflik skala rendah di seputaran Hormuz karena salIng menuduh terjadi pelanggaran gencatan senjata, namun perang sudah bergeser. Perang terjadi di lokasi lain. Di Lebanon terutama pembelan Iran terhadap Hizbullah.

(Adi Ketu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *