Harga melambung saat program pemerintah MBG berjalan, dan kembali normal saat programnya “istirahat”, itu gambaran paling nyata program ini salah tata kelola, salah design kebijakan.
Dan faktanya MBG ini memang tanpa kajian.
Bayangkan dampak besarnya bagi rumah tangga yang rentan atas kenaikan harga. Apa ndak amsiong itu rumah tangga akibat harga-harga pokok untuk mengisi perut naik, sementara pendapatan tidak meningkat.
Inflasi itu bukan bonus, bukan prestasi, tapi risiko yang harus ditanggung rakyat. Pertanyaannya, se-amatir itu kah pemerintah merancang dan mengelola programnya?
Bagi petani dan nelayan, peningkatan penghasilan “musiman” proyek MBG ini bukan lah hal yang menguntungkan jangkan panjang, jika kemampuan konsumen lain dalam menyerap produk malah amblas.








mbg libur telor ayam sekilo 25 ribu
mbg aktif lagi sekilo jadi 35 ribu
emang program sialan
iye bener , bahkan sempet nyentuh 23.500 sekilo di swalayan.
NAHH…… LHOO…….
BOROS……… BOROS………
Berdasarkan kajian Bappenas, sisa makanan dari program MBG mencapai 1,1 hingga 1,4 juta ton per tahun atau setara kerugian ekonomi hingga Rp14 triliun per tahun. Sebanyak 451 ribu hingga 603 ribu ton di antaranya adalah makanan utuh yang sebenarnya masih layak makan.
tapi wowo berkicau kalau diserang, kemplang aja tuh bapenas 🤪
nyok kita GULING GULING dulu sebelum bapenas di kemplang wowo 🤣
bukan boros lagi ntuh mah, tapi…
mubadzir……
mubadzir…… ……..
mubadzir…… ………………
bijimana mo berkah negeri Konoha ?
sisi baiknya wowo ada di perencanaan…
prosesnya anchor…
endingnya ngeblangsak…..
skor 1:2 🤪🤣
Mbah pikun sikopet si mabok buaian + pujian lebih prioritaskan politik balas budi keuntungan kroninya drpd jeritan rakyat yang malah disuruh minggat diusir ke Yaman.