Anak Purbaya gak terima bapaknya disalahin akibat Rupiah terus melemah

Anaknya Menkeu Purbaya, Yudo Achilles Sadewa gak terima bapaknya disalahin akibat Rupiah terus melemah.

“Rupiah itu tugas bank sentral (BI), bukan menkeu. Jadi kalo misalnya rupiah anjlok ya di luar kemampuan kita. Inget fiskal ke pertumbuhan dan pembangunan, moneter ke curency. Gitu aja gak bisa bedain, kocak,” tulis Yudo Achilles Sadewa di akun media sosialnya yang beredar viral.

Yudo Achilles Sadewa dikenal sebagai trader aset digital (kripto) dan kreator konten finansial, sering dijuluki “bocah trader” oleh ayahnya.

Yudo Achilles Sadewa sempat menjadi sorotan publik karena unggahan media sosial (Instagram Story) yang menyindir Sri Mulyani sebagai “agen CIA” setelah pelantikan ayahnya sebagai Menteri Keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. biasa kotak kotak in orang, ini semua dunia jadi kotak-kotak, padahal kotak-kotaknya membentuk kotak yang lebih besar, kalo ada yang pincang dan miring, doyong seluruh bangunan

  2. Hdeeeehhh…bocah ini sudah ketularan virus TerMul dan TerWo yang mematikan AKAL. Bapak mu itu lho sudah ikut andil dalam memberikan informasi menyesatkan yang katanya utang negara ini dalam posisi aman dibandingkan dengan negara besar lainnya!

  3. kadrun sebelum debat tau ga kebijakan moneter dan fiskal itu tugas siapa aja, tau ga nilai rupiah yg jaga tugas siapa, ada juga pengaruh minyak karena iran

    1. jadi KADRUN itu suatu kehormatan. menghidupi Indonesia adalah kewajiban tanpa drama².
      dan pasti dibenci sama upil upilnya Jokowi atau para jigongnya Wowok kek lu, yg memang benalu

  4. dua hal yg dpt dibedakan.. tp tetap brkaitan erat.. contoh singkatnya mungkin macam ni..
    ☝🏻👇
    “kbijakan ekonomi” yg “sala prhitungan” membuat ekonomi ga brgerak positif.. investor yg trdampak akan mulai membuat hitung2 ulang.. seandainya jika brtahan hitungannya krugian.. mreka akan mengalihkan investasi mreka..
    ☝🏻👇
    qt anggap mreka investor asing yg mngalihkan investasi mreka k luar Indonesi.. yg brarti mreka akan menjual Rp & membeli mata uang asing dlm jmlh yg besar.. nah ini pngaruh ke “currency”..