Ulama itu tidak boleh membungkuk kepada Umaro’, tetapi Umaro’ lah yang harus membungkuk kepada Ulama

Tidak semua berani menghunuskan telunjuknya seperti itu. Gestur tersebut menjadi balasan telak untuk pidato sang penguasa yang mencaci maki para pakar. Sang Kyai secara halus namun menusuk, memperingatkan agar penguasa tahu diri dan tetap bersedia untuk “manut” pada pendapat mereka yang memiliki ilmu & integritas.

Inilah contoh bagaimana mengingatkan penguasa; tidak menjilat, tidak abai pada fakta, tidak naif, tetap berdiri tegak dengan gestur dan pesan yang tegas.

Ulama seperti inilah yang menjadi tiang negara.

Sebaliknya, Ulama yang tersandera oleh dunia dia akan menjadi hamba penguasa dan sumber kerusakan negara.

Imam al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin mengatakan:

‎ففساد الرعايا بفساد الملوك وفساد الملوك بفساد العلماء وفساد العلماء باستيلاء حب المال والجاه

“Maka kerusakan rakyat itu karena kerusakan penguasa, dan rusaknya penguasa itu karena rusaknya para ulama. Dan rusaknya para ulama itu karena kecintaan pada harta dan kedudukan.”

Kita butuh lebih banyak Ulama seperti Pimpinan Gontor ini.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. Alhamdulillah masih ada Ulama yg menasehati Presiden. Semoga Ulama dan Kyai yang lain segera menyusul memberikan nasehat terutama dari ormas besar seprti NU dan Muhamadiyah.