Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Majelis Syura Islam Iran (Parlemen Iran), telah tiba di Islamabad dalam rangka melakukan negosiasi dengan AS dan menjawab pertanyaan wartawan terkait pernyataan terbaru Wakil Presiden Amerika Serikat (Vance). Ia mengatakan:
“Sayangnya, pengalaman kami dalam bernegosiasi dengan Amerika selalu diwarnai kegagalan dan pelanggaran janji. Dua kali dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, di tengah proses perundingan, meskipun pihak Iran menunjukkan itikad baik, kami justru diserang dan menjadi korban berbagai kejahatan perang.”
Ghalibaf menegaskan: “Dalam perundingan ini, jika pihak Amerika siap untuk mencapai kesepakatan yang nyata dan memberikan hak-hak bangsa Iran, maka dari pihak kami juga akan terlihat kesiapan untuk mencapai kesepakatan. Namun dalam perang saat ini, kami telah menunjukkan kepada mereka bahwa jika mereka ingin menggunakan perundingan sebagai sebuah sandiwara tanpa hasil atau operasi penipuan, maka kami siap untuk mewujudkan hak-hak kami dengan iman kepada Tuhan dan bersandar pada kekuatan bangsa kami.”
***
Terus apakah perundingan kali ini akan berhasil?
Menurut saya, pernyataan Qalibaf di atas menunjukkan dua hal sekaligus:
Ada pintu terbuka untuk kesepakatan (jika AS benar-benar memenuhi tuntutan Iran).
Tapi juga ada tingkat ketidakpercayaan yang sangat tinggi terhadap Amerika.
Karena, perundingan masih mungkin terjadi, tetapi peluang berhasilnya tentu sangat kecil, atau malah mungkin tidak ada. Tapi setidaknya Iran sudah menunjukkan bahwa posisinya bukan pada negara yang gila perang. Sekali lagi, bukan Iran yang memulai perang.
(Ismail Amin)







sementara itu prabowo siap jilat Amerika 🗽 Serikat dan Israel