King Faisal bin Abduaziz Al Saud 🇸🇦:
“Palestine is more valuable to us than oil”
“Palestina lebih berharga bagi kita daripada minyak”
Ucapan beliau dalam siaran radio di Arab Saudi. Beliau tidak hanya mengucapkan sebagai retorika, tapi melalui tindakan nyata mengembargo minyak yang mengguncang AS dan sekutunya. Dua tahun setelahnya, beliau wafat dibunuh, ditembak dari jarak dekat oleh keponakannya sendiri yang baru pulang dari AS.
Pernyataan Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud bahwa “Palestina lebih berharga bagi kita daripada minyak” menyoroti pendiriannya yang berprinsip selama Perang Arab-Israel 1973, memprioritaskan perjuangan Palestina di atas keuntungan ekonomi. Ia memimpin embargo minyak bersejarah terhadap negara-negara Barat yang mendukung Israel, dan terkenal dengan pernyataannya yang menyatakan kesediaan untuk kembali hidup dengan “kurma dan susu” (hidup sederhana) daripada mengorbankan martabat Arab.
Embargo Minyak 1973: Faisal menarik minyak Saudi dari pasar dunia untuk memprotes dukungan Barat terhadap Israel selama Perang Yom Kippur, yang memicu krisis energi global besar dan melipatgandakan harga minyak.
Penolakan Tekanan Barat: Ketika dihadapkan oleh pejabat AS seperti Henry Kissinger, Faisal tetap teguh, menekankan bahwa dukungan untuk Palestina adalah prioritas yang tidak dapat dinegosiasikan.
Sikap Pro-Palestina: Ia menganggap Palestina sebagai isu utama Arab dan, seperti yang tercatat di Wikiquote, menyatakan: “Rakyat Palestina harus kembali ke tanah air mereka, bahkan jika itu mengorbankan nyawa kita semua”.
Warisan: Tindakan King Faisal memperkuat reputasinya karena memprioritaskan solidaritas Islam dan Arab di atas kekayaan ekonomi.







Sedangkan cucunya, si MBS, lebih suka menjilati pantat trump & jongos yahudi israel dibanding membela Palestina … nggak ada izzah sama sekali pemimpin yg satu ini …
MBS: Oil and crown are more valuable for us than Palestina.
agak laen.. satu2 nya.. & trbunuh..