Di tengah ancaman invasi darat yang dilontarkan rezim Zionis Amerika di bawah kepemimpinan Donald Trump, Republik Islam Iran kembali menunjukkan kesiapan penuhnya menghadapi segala skenario agresi. Lembaga pemakaman terbesar di ibu kota, Behesht-e Zahra, telah menyiapkan ribuan liang lahat khusus sejak awal tahun ini sebagai bagian dari perencanaan darurat menghadapi potensi korban dari pasukan penyerbu asing.
Mohammad Javad Tajik, CEO Organisasi Behesht-e Zahra, menegaskan bahwa pihaknya telah menyediakan lahan di pinggiran Teheran dengan kapasitas hingga 5.000 galian makam sementara. Persiapan ini dilakukan jauh hari sebagai langkah manajemen krisis untuk mengantisipasi jenazah “agresor asing”, termasuk tentara Amerika Serikat yang mungkin nekat melakukan serangan darat atau pendaratan pasukan elit.
“Tempat ini sengaja dipisah karena sesuai dengan aturan syariat, jenazah non-Muslim tidak bisa dimakamkan di pemakaman umat Islam biasa. Kami siap mengelola semuanya jika invasi terjadi,” ujar Tajik dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Iran.
Persiapan ini kembali menjadi sorotan publik ketika laporan intelijen menyebut Pentagon sedang mempersiapkan operasi darat terbatas, termasuk pengiriman pasukan elit seperti Special Operations Forces, Marines, dan pasukan dari divisi airborne. Trump disebut sedang mempertimbangkan serangan darat untuk menguasai wilayah strategis seperti Pulau Kharg dan Selat Hormuz.
Namun, Iran tak gentar. Wakil Ketua Dewan Kota Teheran, Parviz Sarvari, bahkan menyatakan dengan tegas bahwa 5.000 makam itu tidak akan cukup.
“Jika Amerika berani menyerang, seluruh Iran akan menjadi kuburan bagi tentara mereka. Kami siap menyambut mereka dengan perlawanan habis-habisan,” tegasnya.
Pejabat tinggi Iran lainnya, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, juga mengancam bahwa setiap pasukan AS yang mendarat di tanah Iran akan “dibakar” oleh kekuatan pertahanan Republik Islam. Ancaman ini bukan sekadar retorika, melainkan cerminan kesiapan rakyat dan pasukan Iran yang telah terlatih puluhan tahun menghadapi segala bentuk intimidasi Barat.
Persiapan makam ini sebenarnya sudah diumumkan sejak akhir Januari 2026 melalui Mehr News Agency, namun semakin relevan di tengah buildup militer AS di Teluk Persia. Bagi Iran, ini adalah pesan jelas: setiap agresi akan dibayar mahal. Sejarah telah membuktikan bahwa bangsa Iran tak pernah takut menghadapi imperium, dari era Saddam hingga hari ini.
Rakyat Iran tetap tenang dan percaya diri. Di balik ancaman perang, semangat perlawanan terhadap penjajah justru semakin menyala. Iran bukanlah target mudah seperti yang dibayangkan Trump dan sekutunya. Bumi Iran akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang berani menginjaknya.







weh mana berita jolani mengecam iran kemaren ada jumpa pers bersama pemimpin uni eropa
Kalo matek dilempar ke laut 🌊 aja, kalo prabowo mungkin mau kabur aja dulu jilid II ke Yordania setelah jadi presiden Indonesia yang gagal karena didemo 🤣