Teknologi Israel kini menyusup ke Indonesia, digunakan aparat untuk memata-matai dan membungkam warga di negeri sendiri

Indonesia mungkin tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi teknologi Israel kini menyusup ke ruang demokrasi kita. Dari spyware Pegasus hingga sistem pengawasan lain, alat yang diuji pada masyarakat terjajah itu kini dipakai pemerintah untuk memetakan, memata-matai, dan membungkam warga di negeri sendiri (oposisi).

Hal ini diungkap jurnalis Yahudi yang anti-Zionis, Antony Loewenstein saat wawancara dengan Redaktur Pelaksana Project Multatuli, Ronna Nirmala di YouTube @ProjectMultatuli 👉🏻 https://youtu.be/3WSr7n1W1hI

Antony Loewenstein menunjukkan bagaimana teknologi pengawasan seperti Pegasus, yang dikembangkan dan diuji dalam pendudukan Israel di Palestina, telah diekspor ke banyak negara, termasuk Indonesia.

Meski tak memiliki hubungan diplomatik, sebuah lembaga pemerintahan di Indonesia terbukti membeli Pegasus untuk memata-matai politisi dan jurnalis.

Bagi Antony Loewenstein, alasan Indonesia mengikuti jejak negara lain sangat jelas: aparat ingin memantau warga, memburu oposisi, dan membungkam pembangkang tanpa mekanisme transparansi dan akuntabilitas. Dampaknya, demokrasi melemah dan rasa aman publik runtuh.

SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO

[CUPLIKAN]

[FULL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. kenapa bisa???…

    PASTI ADA AGEN ZIONIS.. Kita nampak tdk berkutik.. Tlg siapapun utk bisa menyingkirkan agen² zionis (as + israel) dari indonesia!

  2. klo ane lihatnya mulai trjadi maen blakang yg serius antara “nkri mati harga” dgn “zionis” saat rezim presiden “karbitan pdip” brhasil brkuasa.. & terus ampe rezim skarang.. kerna rezim ini tagline nya “keberlanjutan”..

    jd nya y gitu dah.. “isn’t real harus qt jamin keamanannya..”.. dah gitu ngikut bop duduk bareng zionis..

    “nkri mati harga” anti pnjajahan.. tp mnjamin keamanan pnjajah & ikut bop bareng penjajah..

    bingung dah..
    kesian kesian..

    1. keluarga 👪 jokowi anggota rotary club.
      kolega bisnis prabowo dan hashim djojohadikusumo adalah rothschild.
      Jadi bisa disimpulkan mereka antek Israel

  3. Ambil contoh yang mudah. Kita pakai email Gmail dan Yahoo, pakai whatsapp buatan Jan Koum (yahudi ukraina) lalu diambil alih Mark zuckerberg (yahudi Amerika 🗽 Serikat keturunan Jerman) pemilik meta Facebook, instagram, youtube (ceo susan wojcicki yahudi Amerika 🗽 Serikat keturunan Polandia gak boleh ketik goyim dan pajeet). Ada orang yahudi dan india disitu.