Tak Gubris Ancaman Trump, Iran Luncurkan Puluhan Rudal ke Israel

Iran langsung merespons ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan meluncurkan gelombang serangan rudal baru ke wilayah Israel pada Kamis malam, 2 April 2026. Salah satu rudal balistik yang diluncurkan tercatat menghantam area Petah Tikva, kota di pusat Israel sekitar 20 km timur Tel Aviv. Video yang diverifikasi menunjukkan momen rudal tersebut meledak, menciptakan kawah dan merusak beberapa bangunan di area terbuka serta permukiman.

Menurut laporan media Israel dan sumber internasional, rudal tersebut berhasil melewati sistem pertahanan udara Israel. Kerusakan materiil terjadi, termasuk bangunan rusak dan kawah di lokasi jatuhnya rudal. Namun, belum ada laporan korban jiwa dari serangan ini, meski ada informasi bahwa dua orang Israel mengalami luka ringan akibat serpihan atau kejadian terkait. Sirene peringatan udara meraung di seluruh wilayah pusat dan utara Israel sepanjang malam.

Pasukan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengklaim serangan ini merupakan bagian dari gelombang lanjutan Operasi True Promise 4 (yang telah mencapai puluhan gelombang sejak dimulai). IRGC menyatakan menargetkan pangkalan udara, bandara, konsentrasi pasukan militer Israel di Tel Aviv, Haifa, serta lokasi strategis lainnya. Iran mengklaim serangan ini sebagai balasan atas agresi AS-Israel terhadap wilayahnya, termasuk serangan sebelumnya yang menewaskan pejabat tinggi Iran.

Latar Belakang Ancaman Trump

Sehari sebelumnya, dalam pidato kepada publik Amerika, Presiden Trump menyatakan bahwa “tujuan strategis utama” AS di Iran “sudah mendekati penyelesaian”. Ia mengancam akan terus menyerang Iran “sangat keras” dalam waktu dua hingga tiga minggu mendatang dan berjanji akan “membawa Iran kembali ke zaman batu” (“back to the stone age”) jika Teheran tidak memenuhi tuntutan AS, termasuk membuka kembali Selat Hormuz yang krusial bagi pasokan minyak dunia.

Iran menanggapi ancaman tersebut dengan sikap defian. Pejabat Teheran menyebut pidato Trump sebagai “omong kosong” dan menyatakan pasukan mereka siap memberikan respons yang “lebih menghancurkan”. Serangan rudal Kamis malam ini disebut sebagai bukti bahwa Iran tidak gentar meski menghadapi tekanan dari AS dan Israel.

Update Situasi Terkini

Tentara Israel (IDF) melaporkan Iran meluncurkan sekitar 20–30 rudal dalam periode 24 jam terakhir (1–2 April). Sebagian besar dicegat, tetapi beberapa berhasil menembus pertahanan, termasuk yang menggunakan hulu ledak cluster munition.

Serangan Iran tidak hanya ke Israel, tetapi juga ke beberapa target di negara Teluk (Gulf states), termasuk insiden kebakaran di kilang minyak Kuwait.

Konflik ini merupakan bagian dari perang AS-Israel melawan Iran yang sudah memasuki minggu kelima sejak akhir Februari 2026, yang dipicu oleh serangan awal koalisi terhadap fasilitas dan pemimpin Iran.

Sampai berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi terbaru dari pemerintah Israel maupun AS mengenai rencana respons langsung terhadap serangan Kamis malam. Situasi di Timur Tengah tetap tegang, dengan kekhawatiran eskalasi lebih lanjut yang bisa memengaruhi harga energi global dan stabilitas regional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar