

Kementerian Pertahanan RI (Kemenhan RI) menegaskan, kabar mengenai adanya perjanjian pesawat militer Amerika Serikat bebas keluar masuk wilayah Indonesia masih dalam tahap pembahasan awal dan belum bersifat final.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas dan Infohan) Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan bahwa kabar yang beredar masih berupa rancangan awal.
βIni merupakan rancangan awal yang masih dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi,β kata Rico dalam keterangannya, Senin (13/4/2026), dilansir Kompas.com.
***
Sebuah dokumen rahasia pertahanan AS mengungkap akses lintas udara menyeluruh bagi pesawat militer AS melalui wilayah udara Indonesia
Informasi mengenai kesepakatan akses lintas udara menyeluruh (blanket overflight) antara Indonesia dan Amerika Serikat ini bersumber dari laporan media yang mengutip sebuah dokumen pertahanan rahasia AS pada pertengahan April 2026.
Berikut adalah poin-poin utama terkait isu tersebut:
Status Kesepakatan dan Rencana Penandatanganan
- Target Penandatanganan: Menteri Pertahanan Indonesia (Sjafrie Sjamsuddin) dijadwalkan mengunjungi AS pada 15 April 2026 untuk menandatangani perjanjian tersebut dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
- Tujuan Perjanjian:Β Menghadirkan mekanisme formal yang mengizinkan pesawat militer AS melintasi wilayah udara Indonesia untuk operasi kontinjensi, misi tanggap krisis, serta latihan militer bersama.
Konteks Kunjungan Prabowo (Februari 2026)
Rencana ini disebut telah mendapatkan dukungan selama kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Washington D.C. pada 18β20 Februari 2026.
Pertemuan antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Donald Trump di Washington, yang menandai langkah signifikan dalam memperluas jangkauan operasional AS di kawasan Indo-Pasifik.
Prabowo melakukan kunjungan ke Washington D.C. pada 18 hingga 20 Februari 2026 untuk menghadiri Board of Peace Summit. Dalam kunjungan tersebut, ia menyetujui sebuah proposal untuk memberikan izin lintas udara menyeluruh bagi pesawat AS melalui wilayah udara Indonesia dalam pertemuan bilateral dengan Trump, sebagaimana tercantum dalam dokumen rahasia AS tersebut.
Untuk mengoperasionalkan komitmen ini, Departemen Perang Amerika Serikat mengirimkan dokumen berjudul βOperationalizing U.S. Overflightβ kepada Kementerian Pertahanan Indonesia pada 26 Februari. Dokumen tersebut mengusulkan suatu kesepahaman formal di mana Indonesia akan mengizinkan pesawat militer AS melintasi wilayah udaranya untuk operasi kontinjensi, misi tanggap krisis, serta latihan militer yang disepakati bersama.
Sumber: https://sundayguardianlive.com/world/us-seeks-blanket-overflight-access-via-indonesia-183288/








Dia mahh sekarang dah jadi bandot tua, apa yang diharepin, bisa teriak2 aja udeh syukur
wahai antek antek .. eh jongos jongos asssinnngg
Hahaha sesembahan AF, lagaknya harimau… ask8nya hello kitty…
Di speaker kedengerannya “HHEEEI ANTEK ANTEK ASING!!” … (tapi kalo denger pake earphone.. “hhhey chiin, udah ma’em cayankk?)
amerika gak menginjak2 kedaulatan kita beda dg komunis china, amerika sahabat indonesia dan kita bekerjasama keamanan dunia dg amerika
Tukang cebok ini sok bijak , presiden dongo terus dibela
dua-duanya sama aja. mana ada negara nuklir bin adidaya baik-baikin negara berkembang. yg ada di kepala mereka cuma kepentingan negara sendiri, bodo amat ama negara orang
makin rusak semenjak omon-omon berkuasa
q kira macan asia
malah badut trum