Prabowo-Pramono 2029?

✍🏻Erizal

Sebaiknya Presiden Prabowo memang tidak usah mengambil Gibran atau AHY sebagai pendampingnya pada periode kedua. Kalau tidak tokoh non-parpol atau orang dekatnya sendiri seperti Sjafrie Sjamsoeddin, Presiden Prabowo bisa mengambil tokoh PDIP seperti Pramono Anung sebagai pendampingnya. Prabowo-Pramono relatif cocok dan lebih enak didengar juga.

Seperti Prabowo, Pramono Anung adalah tokoh yang bisa diterima di semua kalangan. Ia diterima oleh SBY, diterima juga oleh Jokowi, dan sudah pasti diterima oleh Megawati sebagai Ketumnya. Saat SBY berkuasa, Pramono adalah penghubung dengan SBY. Saat Jokowi berkuasa, Pramono orang dekatnya Jokowi. Dan saat Prabowo berkuasa, Pramono pun penghubung Megawati dan Prabowo.

Koalisi antara PDIP dan Gerindra adalah sepertiga lebih kekuatan politik di Indonesia. Dan kalau ditambah Golkar, maka lengkap sudah. Lima puluh persen plus satu lebih. Boleh dibilang pasangan ini benar-benar kuat luar dan dalam. Perpaduan antara kematangan dan kebijaksanaan; ketegasan dan kelembutan; kalkulasi dan progresivitas; Soekarno dan Hatta; dan yang lainnya.

Pramono Anung orangnya juga tidak ambisius. Tahu posisi dan pandai menempatkan diri. Prabowo-Pramono bahkan lebih bisa mengawal suksesi kepemimpinan 2034. Jadi, tak hanya sekadar 2029 saja. Pramono terbukti bisa menjadi orang di depan dan di belakang. Di depan dan di belakang, tidak mengurangi produktivitas dirinya memimpin. Tidak gemar pencitraan juga. Cocok sekali dengan Prabowo.

Kendatipun tak mendukung, tapi SBY dan Jokowi tak akan menggangu pasangan Prabowo-Pramono ini. SBY bisa mengarsiteki pasangan Anies-AHY atau AHY-Anies bersama Surya Paloh. Dan Jokowi juga bisa memasangkan Gibran dan Erick Thohir, karena KDM sebagai orang yang diinginkan pendukung Jokowi, sudah sering mengatakan tak akan bersedia melawan Prabowo.

Jokowi terlihat sudah sejak awal mempersiapkan Gibran menjadi pemimpin berikutnya. Bahkan dianggap salah hitung juga dengan kemampuan Prabowo. SBY baru terlihat mempersiapkan Pilpres 2029 baru-baru ini saja dengan membuka komunikasi dengan Anies Baswedan saat Idul Fitri kemarin. Jadi, kembali tiga pasang seperti Pilpres 2024, rasanya menarik juga, meski peluang maju sudah dibuka selebar-lebarnya oleh putusan MK Nomor 62/PUU-XXII/2024. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 komentar

  1. sby arsiteki anies ahy?? bukannya kemaren kena tikung itu membekas sekali ya sampai mewek bikin video, ya sabar aja pak beye wan juga gak sepowerful itu dia cuma manut sm falo, kalo arsiteki ya moso org sendiri jd wapres bukan pres sekalian

    1. Cyin AF, gw gak bela wan abud. Tapi suka gak suka emang hebat si wan abud, sampe sekarang nama dan sosoknya selalu dibawa/disebut/dinarasikan apapun konteksnya. Padahal kata termul dia kan cuma pengangguran gelandangan politkk. 😁

  2. Emang yakin bisa MENANG kalau pemilu fair play??????
    GAK YAKIN BLAS
    WONG MIDELAN NGUNU KOK ISO MENANG KALAO FAIR PLAY
    AMBYAAAARRRR