Departemen Pertahanan AS (Pentagon) telah resmi merilis identitas dan foto dari dua tentara Angkatan Darat AS yang tewas dalam serangan rudal balistik dan drone Iran di Yordania. Insiden fatal ini terjadi di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti pada hari Jumat, 17 Juli 2026.
Identitas Korban yang Gugur
Pihak militer mengonfirmasi rincian mengenai kedua prajurit tersebut:
- Prajurit Isabella Gonzales (19 tahun) dari Carrollton, Texas. Ia bertugas sebagai anggota kru pertahanan udara dan rudal. Gonzales merupakan prajurit termuda yang tewas sejak konflik ini pecah.
- Letnan Satu Tyler James Feehan (25 tahun) dari Ewa Beach, Hawaii. Ia bertugas sebagai perwira artileri pertahanan udara. Pemerintah akan menganugerahinya penghargaan Bronze Star dan Purple Heart secara anumerta, serta kenaikan pangkat menjadi Kapten.
Situasi di Lokasi Kejadian
- Kronologi: Kedua prajurit tewas saat berupaya mempertahankan pangkalan dari gelombang serangan udara Iran.
- Korban Lain: Empat personel militer AS mengalami luka-luka dan sempat dievakuasi ke rumah sakit setempat sebelum akhirnya dipulangkan.
- Status Personel Hilang: Satu prajurit tambahan dilaporkan hilang pascaserangan. Tim penyelamat U.S. Central Command (CENTCOM) menyatakan telah menemukan sisa-sisa jenazah yang belum teridentifikasi di lokasi reruntuhan.
- Eskalasi Wilayah: Kejadian ini tercatat sebagai kematian pertama tentara AS akibat serangan langsung militer Iran sejak konflik terbuka dimulai pada akhir Februari 2026. Secara terpisah, satu prajurit AS lainnya tewas di Irak Utara pada hari Sabtu saat menjinakkan drone Iran yang jatuh.
Respons Pemerintah AS
Menanggapi kematian tersebut, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa militer AS telah diperintahkan untuk melakukan serangan balasan yang masif. Komando Pusat AS mengonfirmasi mereka telah membombardir pusat komando, jaringan komunikasi, dan situs peluncuran rudal milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di dalam wilayah Iran selama beberapa malam berturut-turut.







lu udah bunuh byk muslim
kok nyantai aja