Lihatlah mujahid Gaza ini… betapa sangat inginnya dia masuk surga Firdaus A’la walau tanpa sepatu!

Saya tahu bahwa segala sesuatu yang indah di Gaza telah menjadi puing-puing dan kehancuran yang melampaui imajinasi manusia… tetapi saya ingin mengingatkan Anda bahwa panji jihad dan perlawanan tidak akan jatuh.

Lihatlah mujahid Gaza ini… betapa sangat inginnya dia masuk surga Firdaus A’la walau tanpa sepatu!

Keteguhan mujahidin Gaza ini mengingatkan kita dengan kisah sahabat Amru bin Jamuh.

Dia sudah tua dan pincang namun sangat ingin mati syahid.

Tatkala terjadi Perang Badar, Amr bin Jamuh bersiap-siap hendak turut bergabung, namun sayang Rasulullah tak mengizinkannya turut serta—melihat kondisinya yang renta dan pincang. Beliau memberikan keringanan padanya untuk tidak ikut berperang.

Namun ketika terjadi Perang Uhud, ia pun bersiap-siap hendak turut berjihad. Namun putra-putranya melarang. Ia pun nekat menemui Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, putra-putraku melarangku berbuat kebajikan. Mereka keberatan jika aku ikut berperang karena sudah tua dan pincang. Demi Allah, dengan pincangku ini, aku bertekad meraih surga.”

Rasulullah pun akhirnya mengizinkan Amr bin Jamuh turut serta dalam Perang Uhud. Dengan suara mengiba ia memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk memperoleh syahid. Jangan kembalikan aku kepada keluargaku.”

Tatkala perang berkecamuk, Amr bin Jamuh berada di barisan paling depan. Dia melompat dan berjingkat seraya mengelebatkan pedangnya ke arah musuh-musuh Allah, sambil berteriak, “Aku ingin surga, aku ingin surga!”

Apa yang didambakan Amr akhirnya terwujud jua. Ia gugur sebagai syahid bersama beberapa sahabat lainnya.

Ketika melihat mayat Amr bin Jamuh, Rasulullah saw mengabarkan bahwa Amr bin Jamuh dengan kaki pincangnya telah berjalan di surga, dan inilah yang membuat para sahabat iri, “Amr bin Jamuh adalah lelaki pincang tapi lebih cepat masuk surga”.

Tatkala perang berakhir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memakamkan jasad Abdullah bin Amr bin Haram dan Amr bin Jamuh dalam satu liang lahat. Semasa hidup, mereka berdua adalah sahabat setia yang saling menyayangi. Dalam riwayat lain disebutkan, Amr bin Jamuh dimakamkan satu liang dengan putranya, Khalad bin Amr.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *