
KEJADIAN DI TEPI BARAT PALESTINA, JUMAT, 24 JULI 2026.
Seorang warga Palestina berpeci putih (Sheikh Farouq) merebut senjata anggota regu keamanan sipil Benayahu Mellet sebelum menembaknya hingga tewas dan komandan IDF Yuval Ezra, sementara enam lainnya terjebak dalam baku tembak.
Dua warga Israel dan empat warga Palestina tewas pada hari Jumat (24/7/2026) setelah seorang warga Palestina merebut senjata dari sekelompok pemukim ilegal Yahudi yang telah menyerang sebuah desa di Tepi Barat bagian utara dan melepaskan tembakan.
Insiden itu dimulai ketika sekelompok puluhan pemukim ilegal Yahudi memasuki pinggiran desa Tell dengan alasan sedang mendaki. Namun kota itu terletak di Area A dan B, yang terlarang bagi warga Israel kecuali mereka berkoordinasi terlebih dahulu dengan tentara — sesuatu yang menurut IDF tidak dilakukan oleh para pemukim Yahudi.
Setelah masuk secara ilegal oleh kelompok pemukim Israel — yang termasuk pria bersenjata dan anak di bawah umur — bentrokan meletus di dekat sebuah masjid ketika puluhan warga Palestina setempat mencoba mengusir mereka dari Tell.
Essam Saifi, seorang pemimpin lokal di partai Fatah Palestina dari Tell, mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara telepon bahwa sekitar 25 hingga 30 pemukim Israel awalnya menyerang daerah timur Tell dan mencoba menerobos masuk ke dua rumah di sana. Warga keluar untuk menghadapi mereka dan para pemukim melepaskan tembakan, katanya.
Saat mereka tiba, rekaman yang diambil oleh salah satu pemukim yang melakukan penyerangan menunjukkan seorang warga Israel bersenjata menembakkan senjatanya ke udara di tengah teriakan “balas dendam” dari para pemuda Israel yang menyaksikan.
Kemudian terlihat dua warga Palestina menghadapi salah satu warga Israel bersenjata tersebut — anggota regu pertahanan sipil Havat Gilad, Benayahu Mellet, 32 tahun. Tanpa gentar meskipun Mellet mengarahkan senjatanya ke arah mereka, salah satu warga Palestina merebut senapannya dan dengan cepat melepaskan tembakan, sehingga terjadilah baku tembak.
Warga Palestina tersebut menembak mati Mellet dan komandan baterai artileri IDF, Mayor Yuval Ezra, 27 tahun. Baik Mellet maupun Ezra kemudian dinyatakan meninggal dunia.
[VIDEO]
Tentara Israel mengumumkan bahwa pasukannya telah membunuh warga Palestina yang melakukan serangan penembakan terhadap warga Israel, dan bahwa senjata yang direbutnya telah ditemukan kembali.
Pihak militer juga menyatakan bahwa Kepala Staf memerintahkan penguatan pasukan skala besar di wilayah Nablus dan penangkapan semua orang yang terlibat dalam insiden tersebut, serta terus berupaya untuk menggagalkan “terorisme” di Tepi Barat bagian utara.
Sementara itu, Radio Angkatan Darat Israel mengatakan bahwa penyelidikan militer mengkonfirmasi bahwa penembakan terhadap warga Israel tersebut tidak direncanakan.
Tanggapan Ketua Hamas di Tepi Barat, Zahar Jabarin:
– Kami berduka cita atas para syuhada yang gugur dalam bentrokan dengan para pemukim, dan kami menegaskan bahwa darah mereka akan tetap menjadi pendorong untuk melanjutkan perjuangan demi mempertahankan hak-hak dan melawan pendudukan.
– Kami memberikan penghormatan kepada warga kota Tel dan wilayah-wilayah yang menjadi lokasi bentrokan, dan kami memuji keberanian mereka dalam menghadapi serangan para pemukim, serta keberanian mereka yang telah menuliskan sebuah epik kepahlawanan baru, yang mengakibatkan tewasnya dua pemukim dan terluka lainnya.
Juru bicara militer dari Brigade Izzuddin al-Qassam, Abu Ubaidah:
– Salam hormat dan penghargaan kepada saudara-saudara kita para pejuang di Tepi Barat dan para pemuda pemberontaknya yang telah memberikan pukulan kepada pendudukan dan menghadapi kelompok-kelompok penjajah dari Nablus hingga Jenin dan Yerusalem, serta membalas dendam atas Al-Aqsa yang menderita di bawah penistaan oleh manusia yang paling hina.
– Biarlah musuh kriminal ini tahu bahwa Al-Aqsa memiliki para pejuang yang melindunginya, bahwa warga Palestina tidak akan tinggal diam, dan bahwa hati para pemuda kita mendidih ketika mereka melihat Al-Aqsa dinodai, Tepi Barat diyahudikan, rumah-rumahnya dihancurkan, tanahnya dirampas, dan Gaza dibantai. Eskalasi agresi mereka hanya akan membawa malapetaka bagi mereka.







Yahudi laknatullah
Dan albajerei diam saja. Dia hanya keluar kalau ada sesuatu yang menyangkut saudi saja.
jelaslah…lah satu barisan pemuja zionis
lumayan 2 ekor mokat