✍🏻Muhammad Adib
Terkadang beberapa kali saya masih suka mendengarkan Felix Siaw berdakwah di podcast-podcast.
Menurut saya, orang ini sebenarnya sangat berbakat untuk menjadi seorang Ulama. Rasa ingin taunya sangat besar, daya bacanya sepertinya sangat kuat, penyabar, dan mau mendengarkan orang lain bicara sehingga dia bisa mengambil banyak pelajaran, yang terakhir ini menurut saya paling penting
Dan satu hal yang ingin saya ingatkan, terutama untuk orang-orang yang terlalu keras bahkan cenderung kasar ketika mengkritisi dan membantah beberapa pernyataan dan pemikiran Felix Siaw, utamanya soal khilafah dulu, ingat bahwa Felix Siaw ini adalah seorang mualaf (meski pada dasarnya sudah tidak bisa dianggap sebagai mualaf lagi karena sudah lama memeluk Islam), dalam artian dulunya ia adalah seorang non muslim.
Adalah keharusan bagi kita yang muslim sejak lahir memberikan penghormatan dan kasih sayang yang selayaknya kepadanya atas keberaniannya meninggalkan agama sebelumnya dan memeluk agama Islam. Gak semua orang bisa begitu. Kadang, ada beberapa orang non muslim yang dia tau Islam itu adalah agama yang benar, tapi gak berani memeluknya karena takut dikecam, takut kenyamanan dan hartanya diambil, dan sebagainya.
Jadi, orang-orang yang berani meninggalkan agamanya yang sebelumnya dan memeluk agama Islam adalah orang-orang yang sangat patut kita cintai
Urusan beberapa pernyataan Felix Siaw yang mungkin tidak berdasar tentang hukum Islam, itu urusan lain. Namanya juga mualaf, orang yang baru belajar mendalami Islam, cukup diluruskan saja, tidak perlu sampai menghina bahkan mengecam.
Memang, ketika beberapa kali saya mendengarkannya berceramah soal Hukum Islam (Fikih), terkadang ada beberapa detail kecil yang janggal. Tapi, overall, utamanya soal Sejarah dan Peradaban Islam, Felix Siaw ini tetap layak untuk didengarkan. Dan makin ke sini, pengetahuannya soal Islam secara umum sangat improve. Jika dia diberi tempat belajar yang bagus, mengikuti road map belajar Islam yang benar untuk menjadi seorang Ulama, saya rasa sangat mungkin dia benar-benar akan bisa menjadi seorang Ulama
Untuk saat ini, berguru dengannya soal Sejarah dan Peradaban Islam tidak perlu dipersoalkan. Sebab, bidang Sejarah dan Peradaban Islam itu adalah bidang yang barrier to entry-nya hampir gak ada. Berbeda dengan misalkan bidang Fikih, untuk mendalami dan menjadi ahli di bidang Fikih hingga dapat memberi fatwa, barrier to entry-nya sangat banyak. Harus menguasai bidang Ushul Fiqh dan Qawaid Fiqhiyyah terlebih dahulu, juga harus dilengkapi dengan berbagai macam sub bidang ilmu linguistik Arab seperti Nahwu dan Sharf, dan masih banyak yang lainnya
Gaya dan sikap penyampaian Felix Siaw juga sangat better. Dalam artian, ketika mengetahui suatu pendapat, gak ceroboh dan gak pongah hingga langsung menyalahkan pendapat lain yang berbeda dengan pendapat yang dianut atau diketahuinya. Hal ini kontras dengan misal orang-orang Wahabi, yang kita tau sendiri bagaimana buruknya cara mereka menyampaikan ideologi dan pemikiran mereka, yaitu dengan menyalahkan secara membabi buta hingga mengecam semua pendapat yang berbeda dengan pendapat yang mereka yakini kebenarannya
Justru orang-orang seperti Felix Siaw ini harus dirangkul, bukan malah dimusuhi dan dijauhi. Karena dia adalah tipe orang yang mau mendengarkan orang lain, bisa diajak diskusi dan keinginannya untuk belajar sangat besar, bukan tipe orang yang besar kepala dan merasa paling benar sendiri. (*)







is graid…..
ngawur
penulis pengikut nganuswaja bin syiah .