KERAK NERAKA

KERAK NERAKA

Kasus ini simpel banget.

Ada masalah tanah. Seluas 6.500 meter persegi di Depok. Yg berkasus minta pengosongan lahan, maka tentu koordinasi dengan pengadilan. Seharusnya ASN tinggal laksanakan sesuai SOP, tapi begitulah, ngiler lihat duitnya, mereka diduga minta duit. Dan ini bukan sembarang ASN, ini tuh Hakim Ketua Pengadilan Negeri Depok.

Begitulah realitas di negeri ini.

Kalian bego sebego-begonya jika bilang ini oknum. Kalian duuh, bego banget tdk bisa melihat realitas ini. Kasus begini tuh ujung ke ujung. Jangankan yg berkasus serius begini, kamu mau AJB alias jual beli rumah, saat lihat luasnya besar, harganya miliaran, itu ASN minta duit. Silahkan tanya ke seluruh notaris di Indonesia. Suap biar lancar prosesnya. Padahal, bukankah ASN itu sudah digaji, dan itu memang tugasnya.

Oh, kamu merasa tidak minta duit? Kamu sih bego tidak lihat realitas di kantormu. Kalau cuma tanah 100-200 meter, rumah subsidi ratusan juta memang nggak naksir atasan2mu itu. Berhentilah pura2 bego.

Di Indonesia itu nyaris setiap jengkal ada koruptor, suap-menyuap. Maka jika urusan 1 miliar saja bisa membuat HAKIM KETUA tergoda, bayangkan urusan 300 triliun MBG. Bancakan yg dilegalkan.

Gaji2 tinggi, tunjangan2 selangit, tidak ada gunanya, karena namanya juga manusia, pengen lagi, lagi, dan lagi. Dan beruntunglah jika kalian termasuk lingkaran penguasa, kalian sih aman2 saja.

Tahniah Indonesia. 20 tahun berlalu, begitu2 saja negara ini. Karena bukannya fokus memperbaiki penegakan hukum, eh mereka malah sibuk ngurus hal lain. KPK ini misalnya, bangga dgn OTT, duh itu tuh kemunduran luar biasa dibanding 10 tahun lalu. Harusnya KPK hari ini, ada di setiap Kabupaten, dengan puluhan ribu penyidik, tiap hari mereka OTT, lantas koruptor2nya dibuang ke kolam dengan buaya kelaparan.

Termasuk bila perlu mantan Presiden pun ditangkap. Lucu, menteri2nya ditangkapi, Presidennya nggak.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *