Investigasi Sky News: AS dengan sengaja membunuh 120 anak Iran

Investigasi mendalam oleh Sky News dan lembaga riset digital Forensic Architecture tentang serangan bom AS terhadap sekolah putri SD Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran, menemukan fakta bahwa Pentagon memiliki citra satelit lokasi tersebut sejak tahun 1987 dan masih dapat melihat bayangan anak-anak di halaman sekolah beberapa saat sebelum serangan terjadi.

Serangan rudal Tomahawk pada 28 Februari 2026 tersebut menewaskan sedikitnya 156 warga sipil, termasuk 120 anak-anak dan 26 guru.

[VIDEO]

Kegagalan Intelijen dan Data Satelit

Berdasarkan investigasi Sky News dan Forensic Architecture, kronologi kegagalan data Pentagon mencakup aspek-aspek berikut:

  • Target yang Usang: Lokasi tersebut awalnya merupakan pangkalan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Kompleks tersebut telah dialihfungsikan menjadi wilayah sipil dan sekolah dasar sejak tahun 2015.
  • Garis Garis yang Jelas dari Luar Angkasa: Analisis citra satelit publik menunjukkan bahwa pada tahun 2017, sebuah dinding pembatas baru dibangun untuk memisahkan sekolah dari kompleks militer di sebelahnya. Bahkan, dinding sekolah dicat dengan warna biru dan merah muda terang yang sangat jelas terlihat dari satelit luar angkasa.
  • Bayangan Anak-anak Terdeteksi: Sebelum serangan terjadi, analisis data visual membuktikan adanya aktivitas anak-anak yang sedang bermain di halaman sekolah. Seorang analis intelijen AS sebenarnya sempat mencatat perubahan fungsi pangkalan menjadi sekolah sipil. Namun, informasi krusial ini tersimpan di database terpisah dan tidak pernah terhubung ke sistem penargetan militer yang mengeksekusi serangan.

Mekanisme Serangan “Double-Tap”

Laporan dari Democracy Now! yang mengutip temuan Forensic Architecture merinci bahwa insiden ini melibatkan gelombang serangan ganda:

  1. Gelombang Pertama: Rudal menghantam kawasan tersebut sekitar tengah hari, memicu kepanikan dan evakuasi serta mengundang warga dan tim penyelamat datang ke lokasi untuk menolong korban. Media lokal Iran bahkan sudah menyiarkan laporan awal mengenai hantaman di sekolah perempuan tersebut.
  2. Gelombang Kedua (Double-Tap): Ketika keluarga korban dan tim penyelamat sedang berkumpul di darat, gelombang serangan kedua diluncurkan. Rekaman video memperlihatkan profil jelas rudal Tomahawk—yang hanya dioperasikan oleh pihak AS dalam konflik ini—menghantam lokasi tersebut untuk kedua kalinya. Pasukan AS dinilai mengabaikan kesempatan untuk mengevaluasi ulang target meskipun laporan salah sasaran sudah tersebar luas.

Respons dan Investigasi Pentagon

Hingga Juli 2026, pihak Gedung Putih dan Presiden Donald Trump berulang kali membantah keterlibatan AS secara sengaja. Trump sempat mengeklaim bahwa gambar-gambar kehancuran tersebut mungkin hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) atau disebabkan oleh pihak Iran sendiri.

Meski demikian, bocoran dari investigasi internal Pentagon yang saat ini berada di bawah tinjauan Komando Sentral AS (CENTCOM) mengakui adanya kesalahan manusia (human error), ketergantungan pada intelijen usang, serta tidak sinkronnya sistem database militer. Sebanyak lebih dari dua lusin Senator AS kini menuntut Pentagon untuk segera mempublikasikan hasil investigasi resmi tersebut secara transparan ke publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar