Fiks ijazah S2 dan S3 Rismon Hasiholan Sianipar di Yamaguchi, Jepang, palsu

Begitulah kira-kira kesimpulan Josua Sinambela dan kawan-kawan, para penggugat ijazah S2 dan S3 Rismon, sampai bertandang ke Yamaguchi Jepang, memastikan kepalsuan ijazah S2 dan S3 Rismon tersebut.

Banyak juga modal mereka. Sponsornya kuat.

Tontonlah Channel YouTube Bangbill terkait ini. Di situ dijelaskan saat mereka berkunjung ke Yamaguchi Jepang. (link: https://www.youtube.com/watch?v=SRgv42ZH4Lk)

Sayang, di situ tak ada Andi Azwan, yang konon, jago berbahasa Jepang. Mereka mendatangi perpustakaan Yamaguchi dan tak ditemukan tesis dan disertasi atas nama Rismon Hasiholan Sianipar.

Memang, hanya pihak perpustakaan Yamaguchi Jepang saja yang mereka ditemui. Dan tak jelas pula apa yang dibicarakan, lalu disimpulkan saja ijazah S2 dan S3 Rismon adalah palsu.

Kalau Universitas Yamaguchi itu tertib administrasi, maka memang tidak sulit memastikan keberadaan Rismon di situ. Kalau tak ada data tesis dan disertai atas nama Rismon Hasiholan Sianipar, ya dipastikan tidak tamat. Itu mutlak.

Saya membandingkan Yamaguchi Jepang dengan UGM. Para penggugat ijazah S2 dan S3 Rismon terlalu mudah menyimpulkan ijazah Rismon palsu hanya mendatangi perpustakaan.

Mereka tak perlu menemui dosen seperti Kasmudjo, apalagi Rektor harus membuat video monolog sampai dua kali pula. Itupun dua tanggal kelulusan lulusannya berbeda pula. Fatal juga kesalahannya. Mestinya bukan kerja Rektor pula seperti itu,

Celakanya, saat digugat di Komisi Informasi Pusat (KIP), tak bisa pula dijelaskan dengan alasan sudah disita penyidik Polda Metro Jaya. Legalisasi yang diterima Bonatua dari KPU sama sekali tak bersih secara administrasi dari UGM. Mungkin berbeda jauh dengan Yamaguchi, Jepang.

Tapi perlu kita ingat bahwa yang pertama sekali memperkenalkan Rismon Hasiholan Sianipar sebagai ahli IT adalah Otto Hasibuan, saat menjadi kuasa hukum Jessica Wongso. Berlanjut dalam kasus PK Vina Cirebon.

Dan menariknya, kantor pengacara Otto Hasibuan inilah yang sejak awal menjadi kuasa hukum Jokowi dalam kasus ijazah Jokowi, saat digugat Bambang Tri dan Gus Nur. Kini diwariskan kepada anaknya, Yakub Hasibuan, berhadapan dengan Roy Suryo dkk.

Inilah yang saat ini dihubung-hubungkan, kenapa Rismon berbalik mengatakan ijazah Jokowi asli, setelah sebelumnya mengatakan palsu. Rismon dianggap penyusup ke tubuh Roy Suryo dkk. Bukan masalah gugatan S2 dan S3 Rismon oleh Josua Sinambela dkk. Drama agaknya belum selesai sampai di sini. (ERIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. ya, prpustakaan adl pusat dokumentasi univ di jepun. Bila tak ada catatan pertinggal TA, thesis atw disertasi disana, berat utk mngatakan klo kita lulusan sana. Uniknya disertasi saya hanya diberi sampul hard cover, dibundel dgn cara diikat dgn tali, dan pada simpulnya diberi segel pakai lilin merah….spt dokumen2 kuno jaman dlu

  2. Kok mirip bgt pe-ka-i ya? Menyusup smp ke dalam2, sampe mjd aktor utama penggugat ijazah mulyono. Eh nggak tahunya TL-TL … termul lagi, termul lagi … fix termul itu ya sejatinya pe-ka-i, sesembahan mereka fir’aun oslo …