Iran menegaskan bahwa negaranya tidak pernah memiliki senjata nuklir dan tidak akan pernah mengembangkannya.
Hal tersebut disampaikan Kedutaan Besar Iran di Indonesia lewat akun X resminya, Minggu (2/8/2026).
Unggahan tersebut menyertakan keterangan bahwa program nuklir Iran yang dijalankan saat ini untuk tujuan damai, bukan pengembangan senjata.
Program tersebut juga berada dalam kerangka hukum internasional, termasuk Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).
“Republik Islam Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya,” tulis Kedutaan Besar Iran di Indonesia.
Hal senada juga disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.
Lewat akun X pribadinya pada Minggu (2/8/2026), Boroujerdi menyebut bahwa rakyat Iran telah membuktikan bahwa pertahanan negara tidak memerlukan senjata nuklir.
“Rakyat Iran membuktikan bahwa mempertahankan negara tidaklah memerlukan senjata nuklir,” tulis Boroujerdi.
Menurutnya, ketangguhan dan tekad mereka dalam berbicara jauh lebih lantang daripada hulu ledak mana pun.
Boroujerdi mengatakan, jika ada pihak yang mencari alasan untuk memicu perlombaan senjata nuklir, maka hal tersebut bukanlah alasannya.
“Jika ada pihak yang mencari alasan untuk memicu perlombaan senjata nuklir, ini bukanlah alasannya,” sambungnya.
Pidato Prabowo
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang dinilai berpotensi memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan.
Menurutnya, isu kepemilikan senjata nuklir Iran dapat mendorong negara-negara lain di Timur Tengah untuk memiliki kemampuan serupa.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat bertemu sejumlah pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Namun, pembahasan soal nuklir itu tiba-tiba terhenti dan siaran langsung dialihkan ke iklan.
Pidato Prabowo ini menjadi viral dan jadi sorotan netizen.







Si Gendut Bidjie Satoe kenapa selalu blunder kalo ngomong. Kerja udah ga bener, ngomong tambah ga bener.
nggak punya pemikiran sendiri, kerjanya dengar katanya, katanya penggilingan padi untung 2 triliun sebulan, katanya tiap hari mbg potong sapi dan lele ampe ribuan, katanya KDMP mengalahka indo dan alfa Mart, katanya MBG tdk pakai dana pendidikan, hedeh