Di Indonesia IQ tidak penting

Saya setuju, TIDAK benar jika IQ penduduk Indonesia hanya 78. Riset yang dilakukan oleh Lynn & Becker tahun 2019 itu lemah, dengan data sangat terbatas. Kesimpulan IQ kita hanya 78 itu sangat merendahkan.

Tapi, ada sumber lain yang bisa dipakai.

Kalian mungkin tidak menyadarinya, aplikasi di HP dan atau website yang ada di internet, lantas kalian klik-klik, iseng-iseng ikut test IQ ternyata mengumpulkan data-data. Ada jutaan orang yang ikut test IQ online ini, di Indonesia sendiri, tercatat ada 154.000. Dus, dari data ini, lumayan bisa melihat situasinya.

Berapa rata-rata IQ ‘penduduk’ Indonesia? 93.

Nggak jelek-jelek amat seperti klaim riset sebelumnya. Tapi, memang lebih rendah dibanding negara-negara lain. Seperti China, yang ada di peringkat 1, dengan IQ 107. Indonesia berada di urutan 100. Cocoklah. Saya bisa menerima angka ini.

TAPI… terlepas dari berbagai riset dan data ini, ada satu hal yang seharusnya juga dipahami oleh orang-orang luar sana. Apa itu? Bahwa di Indonesia, IQ itu memang tidak penting-penting amat.

Duh, ini tuh realitas yang penting sekali loh. Di Indonesia, IQ tinggi, pengalaman kerja panjang dan lama, pendidikan super hebat, TIDAK PENTING2 AMAT! Yang penting itu adalah Ordal, punya orang tua pejabat, paman, dll dsbgnya. Kalian yg 20-30 tahun kerja di Bank Indonesia misalnya, pas test masuk dulu, IQ kalian 130, lulusan S2, S3 top LN, eeeh, kalah sama ponakan Presiden yang pendidikan dan pengalaman kerjanya lebih rendah.

Apalagi soal jabatan seperti Wapres. Duh, ada jutaan anak muda di Indonesia yg IQ, pendidikan dan pengalaman kerjanya lebih bagus. Tidak percaya? Suruh saja Wapres ikut test CPNS. Tapi sayangnya, mereka tidak punya orang tua Presiden, pun Paman yang Hakim MK.

Pada akhirnya, diskusi soal IQ itu tidak relevan di Indonesia. Lebih-lebih jika kalian berhadapan dengan fans pejabat-pejabat. Di sini tuh, mereka yang bahkan tidak mengerti tentang ekonomi, tidak punya pendidikan ekonomi, bisa mendadak lihai sekali berceloteh soal ekonomi (hanya demi memuji idolanya).

Demikianlah.

(TERE LIYE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *